Laman

29 Maret 2012

Merindukanmu dalam Sepi

Reaksi: 
Hujan menari-nari perlahan
menggelitik gemas pepohonan
Dan angin mendesah
Tubuhku menggigil
Langit semakin cemas
Ia terus-menerus menangis

Sementara langkahmu semakin menjauh
Saat tubuhku yang kedinginan sempat kauhangatkan dengan jemarimu
Demikian sosokmu terasa lenyap
Ketika labirin kosong di hatiku
mulai terisi olehmu

Janji yang terucap
Seakan-akan menguap
Cinta yang dulu mengendap
Berembus menjadi uap

Kini...
Aku hanya bisa
diam-diam merindukanmu dalam sepi

Aku sangat kenal bahasa rindu
Namun kamu selalu saja tak tahu
Dulu penyebab tawa
Kini jadi terdakwa!

Dan...
Kaupergi ketika semua sudah tertata rapi
Ketika peran mimpi dan nyata mulai berganti

15 komentar: