Pages

March 18, 2012

Untuk Kekasih Baru dari Mantan Kekasihku

Reactions: 
Ah... Sebenarnya aku tidak mengenalmu
Siapa kamu
Dan berapa umurmu
Tapi...
Aku tak terlalu memedulikan itu

Kudengar
Kamu sudah menjadi pilihan terakhir mantan kekasihku
Astaga!
Mengapa mulutmu menganga?
Jadi...
Kamu terperanjat ketika tahu dia pernah menjadi kekasihku?
Sudahlah...
Tutup saja mulutmu dengan telapak tanganmu
Lalu...
Dengarkan ceritaku

Tentu saja
Aku lebih dulu mengenal dia daripada kamu mengenalnya
Sudah pasti
Aku lebih tahu bagaimana dirinya

Mungkin
Dia pernah bercerita tentangku padamu
Aku bisa menebak bagaimana wajahnya yang manis itu tiba-tiba merah padam
Aku mampu membayangkan matanya yang indah tiba-tiba terbelalak
Aku mampu mereka-reka hidung mancungnya tiba-tiba kembang-kempis dan naPasnya mendengus tajam
Aku bisa merasakan amarahnya dari sini
Aku masih sanggup merasakan debar jantungnya yang mulai berdegup

Sebenarnya...
Dia pria yang baik
Dia manis dan cukup romantis
Tapi...
Entah mengapa ada hal asing dalam dirinya yang sulit kuterima dan kumengerti
Mungkin...
Kaubisa lebih mengerti
Mungkin...
Kaubisa menerjemahkan keasingan itu menjadi suatu kelaziman

Bagaimana kabarnya sekarang?
Apa kacamatanya masih bulat seperti kakek-kakek yang senang membaca koran di pagi hari?
Apakah napasnya masih terngah-engah ketika ia sangat berantusias?
Masihkah jemarinya hangat ketika menggenggam tanganmu?
Masihkah bahunya kuat ketika tubuhmu bersandar di situ?
Aku tahu kalian pasti sangat bahagia
Walaupun mungkin saja tebakanku salah

Sinar matanya pasti semakin hangat
Ingatanku masih belum mampu melupakan kilatan halus di matanya
Otakku belum mampu menghapus rasa hangatnya ketika ia mengenggam tanganku dulu
Suaranya masih terus menderu
Halus dan lembut saat ia memanggil namaku dulu
Tolong jangan cemberut atau menangis!
Semua terjadi di masa lalu
Dan lihatlah pada dirimu!
Sekarang kamu memiliki dia
Sekarang aku kehilangan dia
Kamu masa depannya
Aku masa lalunya

Aku yakin
Dia pasti sangat mencintaimu
Karena ibunya juga mencintaimu secara penuh
Kamu dipilih langsung oleh ibunya
Untuk menjadi kekasihnya
Aku dipilih langsung oleh ibunya
Untuk mengakhiri semua yang telah terbentuk
Mimpi yang kurancang dengannya hampir sempurna
Istana yang kubuat bersamanya hampir selesai
Tapi...
Semua terpaksa hancur
Semua harus lebur
Aku tidak menyalahkan kamu
Telah terjadi bukan berarti akan berlanjut dan memiliki akhir yang indah
Seharusnya aku tahu dari awal
Rencana yang aku dan dia buat tak akan berakhir indah
Semua memang hanya mimpi
Kenyataannya...
Kamulah yang menjadi takdirnya
Kamulah yang miliki hatinya

Kautak perlu tahu bagaimana hubunganku dan hubungannya berakhir
Yang jelas semua sulit diterima akal sehat
Hanya karena mataku tak sipit!
Hanya karena aku tidak bisa melafalkan bahasa mandarin!

Semua berakhir dalam keterpaksaan
Mungkin ada keterpaksaan juga saat ia memelukmu dengan erat
Mungkin ada keterpaksaan juga saat ia berbicara cinta padamu

Kaubisa miliki raga dan tubuhnya
Tapi...
Kau tidak bisa miliki jalan hidupnya

Semoga hanya aku yang tahu cacat dalam dirinya
Semoga hanya aku yang mengerti keindahan dalam tuturnya

Kali ini...
Kamu pasti menangis
Kamu pasti menyesal
Wanita cerdas tak pernah menyesal!
Seperti aku yang tak pernah menyesal mencintai dia!
Seperti aku yang tak pernah menyesal membangun mimpi bersamanya!

53 comments:

  1. sangat mengharukan,
    bener" pernah terjadi di kehidupan ku..
    :(

    ReplyDelete
  2. hehehe bc ini jd semakin sulit buat move on :'

    ReplyDelete
  3. Nice! Suka sekali puisinya (bener ini puisi?) kesederhanaanya, kejujurannya. :)

    ReplyDelete
  4. sama dengan kisah asmaraku nich...:(

    ReplyDelete
  5. salut aku bisa buat cerita sebagus itu kak :)

    ReplyDelete
  6. sangat menyentuh ,seperti yg aku alami. :)

    ReplyDelete
  7. aku banget kak dwita :') 2 jempol buat kakak

    ReplyDelete
  8. Ya Tuhan...amazing, ceritanya aku banget,, teruskan bakatmu sayang..semoga cita"mu terkabulkan..amein :')

    ReplyDelete
  9. sama seperti kisah hidup yang ku alami ,makasi kak :')

    ReplyDelete
  10. keren banget :') Perjalanan cinta pasti ada yg berakhir seperti itu ya, :')

    ReplyDelete
  11. "Telah terjadi bukan berarti akan berlanjut dan memiliki akhir yang indah"
    Mantab sekali kalimat itu :)

    ReplyDelete
  12. "Telah terjadi bukan berarti akan berlanjut dan memiliki akhir yang indah"
    Mantab sekali kalimat itu :)

    ReplyDelete
  13. haha gua ngalamin :)
    hanya karena gua bukan keturunan chinese :D
    keren banget kak (y)

    ReplyDelete
  14. Wah jleb banget ini .. Sabar ya ..

    ReplyDelete
  15. Jleb banget ini . Sabar ya . Didunia tidak ADA yang percuma walau hubungan tersebut hanya sesaat .

    ReplyDelete
  16. Pas banget ma yg sy alamin..hikzzz

    ReplyDelete
  17. ceritaku bangett,,keresn abis ")

    ReplyDelete
  18. Speechless baca ini :') inti ceritanya,aku alamin :') nice ka dwita :)

    ReplyDelete
  19. Speechless baca ini :') inti ceritanya,aku alamin :') nice ka dwita :)

    ReplyDelete
  20. Sukaaaaaaaa bangettt :") nangis bacanya. Remember to someone :"""""") huaaa

    ReplyDelete
  21. untuk kekasih baru dari mantan kekasih ku , tolong jaga dia baik2 :")

    ReplyDelete
  22. bagus banget kaa:') aku izin share yah?:')

    ReplyDelete
  23. keren bangett dechhh kakak yg 1 nichh... nyentuuhhh bangeetttt,,,, :')

    ReplyDelete
  24. mbak dwita, kok ini saya banget ya? -_- mantan sy jg baru jadian :v

    ReplyDelete
  25. Berbahgialah orang tua yg melahirkan anak seprti kmu dwita.. Kecerdasan verbal mu mampu mmbuat kmu bgitu dikagumi bnyak org, trmsuk aku.. You're amzing people sist.. Tidak peduli se sakit apa cerita mu.. Aku yakin kamu layak mendapatkan pria yg lebih segalanya, dr ssok pria" di cerita mu :)

    ReplyDelete
  26. yatuhan ini aku banget........................ :( bedanya cuma karena aku bukan bagian dari darah biru :"")

    ReplyDelete