10 April 2012

Untuk Istriku yang Bermasjid di Gereja

Reaksi: 
Kamu tentu tahu
aku mencintaimu
hingga aku harus melawan segala norma yang ada
hingga aku harus menutup telinga
pada setiap cercaan
dan makian

Kamu tentu mengerti
banyaknya masalah yang harus kuselami
untuk bersatu denganmu
untuk bisa merengkuh setiap jengkal pelukmu

Kamu pasti memaklumi
kalau aku mencintaimu
walau tasbihku 
berbeda dengan kalung salibmu
walau kitab bacaanku
berbeda dengan kitab bacaanmu
Salahkah perbedaan itu, Sayang?

Aku mencicipi segala yang haram
segala yang katanya hina
segala yang berkhianat
hanya untuk sampai pada pelukmu

Dosakah kita
jika hanya ingin memperjuangkan cinta?
Patutkah cinta kita dibela
jika semua orang berkata ini hina?

Ceritakan pada mereka, Sayang
bahwa kita bahagia
Katakan pada mereka, Sayang
bibir kita tak berdusta

Bibirku dan bibirmu
tidak seperti bibir mereka!
yang senang merajam 
sumpah serapah
yang senang menuduh
jenuh!

Ceritakan pada mereka 
tentang kebahagiaan kita
Biarkan mereka bungkam!
Biarkan mereka karam!

Bogor, 10042012

27 komentar:

  1. aku suka puisi ini..


    tuhan memang satu, kita yang tak sama.. (lagunya siapa yah itu?)

    BalasHapus
  2. yes i feel it :|
    thank you dwitasari.. barisan kata katanya menggambarkan apa yg saya rasa :)

    BalasHapus
  3. Bicara tentang cinta, bicara tentang agama. Kenapa agama sering (dan selalu) dijadikan sebagai suatu tembok penghalang besar bagi cinta kasih? Bukankah perbedaan tercipta untuk saling melengkapi? Bukankah agama hanya sebatas sekat-sekat yang dibuat oleh manusia itu sendiri? Bukankah setiap agama mengajarkan untuk saling mengasihi satu dengan yang lain? Yang aku tau, Tuhanku selalu mengajarkan cinta kasih tidak pada sekelompok orang tertentu saja, melainkan tanpa terkecuali. Dan yang aku yakini, Tuhanmu pasti juga mengajarkan hal yang sama. Lalu dimana masalahnya? Yang menciptakan seluruh jagad raya beserta isinya bukanlah Tuhanku. Tapi juga bukan Tuhanmu! Itu adalah Tuhan kita.
    Miris rasanya ketika agama yang sewajarnya dijadikan teladan pemersatu dan lambang gagah kemuliaan yang sering disebut dengan 'cinta kasih', malah kerap kali disalah persepsikan sebagai pencerai-berai cinta kasih yang diajarkan sendiri dalam setiap agama. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry, aku hanya meluruskan semoga bermanfaat, AGAMA bukan sekat-sekat yang dibuat oleh manusia melainkan tuntunan dan aturan yang diciptakan/difirmankan oleh Tuhan agar umat manusia dalam menjalani hidup didunia ini sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna tidak menjadi hina. Oleh karenanya Tuhan berharap Manusia supaya hidup saling cinta kasih sesuai tuntunan agama masing-masing sebagai bekal kehidupan yang kekal abadi setelah kehidupan didunia berakhir.

      Hapus
  4. ada yang lebih besar dari cinta, yaitu Tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. like this :)
      kalo selalu protes tentang Tuhan yg melarang cinta beda keyakinan, knp ngga ikut salah satu keyakinan aja.. toh urusan akan beres kalo pria dan wanitanya dalam satu keyakinan yg sama..
      tapi anehnya lebih banyak yg seneng protes, ketimbang mengikuti salah satu keyakinan.
      merubah keyakinan demi cinta? knp ngga? kan katanya asalkan bersama orang yg dicinta, hidup pasti bahagia.. :)

      Hapus
    2. Betul, ada kalanya salah satu dari kita mengalah. Mengalah bukan berarti kalah kan? cinta juga butuh pengorbanan, meskipun kita sering kali berkorban :")

      Hapus
    3. Betul, apa salahnya mengalah sama salah satu? mengalah bukan berarti kalah, kan? cinta juga butuh pengorbanan meski sering kali kita yang lebih banyak berkorban :")

      Hapus
  5. emang begitu adanya, jalan yang terang dengan lampu yang terang di malam hari.... :)

    BalasHapus
  6. Cinta dan agama. Agama ada untuk mengajarkan manusia akan cinta kasih, begitupula Cinta ada di dalam hati manusia karena ada agama yang mengajarkan.
    Cinta lain agama memang rumit

    BalasHapus
  7. cinta berbeda agama apa memang tidak akan pernah bersatu ? sedih rasanya :')

    BalasHapus
  8. puisinya bagus aku juga mengalami itu :'(

    BalasHapus
  9. keren tah,.... pi gak baek wat umat muslim

    BalasHapus
  10. cinta gagal untuk menyatukan agama yang berbeda. Tuhan memang punya pilihan sendiri untuk umat nya :'( . 9 bulan mengalami perbedaan . Difference is beautiful :)

    BalasHapus
  11. ortuku menikah beda agama, mertuaku juga sampai hari ini beda agama. apa ada yang salah?
    iman, harapan dan kasih pren buat dunia...bukan agama bro/sis.
    agama itu organisasi yang dibuat manusia.
    manusia yang menghukum, Tuhan penuh kasih dan cinta, lalu kalau begitu kenapa kita harus menghukum yang berbeda....

    BalasHapus
  12. Gada yg salah dengan cinta dan agama, hanya saja waktu yg kurang tepat

    BalasHapus
  13. agama selalu mengajarkan tentang cinta namun cinta ga pernah mengajarkan tentang agama

    BalasHapus
  14. Andaikan istiqlal dan katheral bisa berbicara,Mungkin mereka bisa jatuh cinta ;) Begitu juga manusia,Perbedaan itu lah yang menjadi warna salah satu hubungan. Pelangi saja yang berbeda bisa bersatu,Kenapa tidak dengan manusia? Kita itu sama ;;)

    BalasHapus
  15. Like ;)
    sukses terus buat kak dwita :)

    BalasHapus
  16. apa Tuhan yang melarang cinta beda agama atau Agama yang melarangnya ?

    BalasHapus