Laman

4 Oktober 2011

Sepotong Sore dan Hujan

Reaksi: 
"Bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu?"



Hujan selalu menyimpan tanda tanya. Kadang, hujan bisa juga menjadi jawaban. Dia membisu, datang malu-malu, tanpa isyarat dan kata, tiba-tiba dia mengguyur saja sesukanya, seenak hatinya. Seringkali hujan disalahartikan sebagai pembawa duka, sebagai sebab seseorang mengingat kenangannya, sebagai terdakwa yang menyebabkan seseorang takut akan takdirnya. Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru jauh tersimpan begitu dalam, kenangan.

***
Seorang pria, sederhana saja. Senyumnya menyimpan banyak tanda tanya, tatapannya mengganggu laju kerja otak, dan gerak-geriknya memaksaku agar tidak melewati setiap inci perpindahannya.

Lalu, semua terjadi begitu saja. Saat sapa lembutnya menjaring nyata menyentuh gendang telinga, saat percakapan kecil yang tercipta berubah menjadi deretan narasi nyata, aku dan dia, mengalir, begitu saja, seperti curah lembut hujan yang jatuh ke permukaan. Sederhana sekali, cinta memang selalu menuntut kesederhanaan.

Dia mengajariku banyak hal. Cara menari dalam hujan, cara tertawa dalam kesedihan, cara menghargai perbedaan, dan cara bermimpi walau dalam kemustahilan.

Seringkali aku menatapnya dalam-dalam, menyelami sejuk matanya, tercebur dalam hatinya, lalu terpeleset dalam aliran darahnya. Aku sangat ingin menjadi bagian dalam setiap detak jantungnya, aku ingin ikut berhembus saat helaan nafasnya. Tapi, apa semua ingin dan harapku akan menyentuh kenyataan? Inilah yang disebut mimpi, selalu terlalu tinggi.

Tahu-tahu, sosoknya menjadi sangat penting dalam setiap bangun pagi hingga tidur malamku. Sedetik, semenit, sejam, seharian, hanya dia saja yang begitu rajin menghampiri otakku. Aku ragu kalau dia tak punya kerjaan lain selain mengganggu pikiran dan imajinasiku.

Ah, kala itu, cinta tak lagi menjelma menjadi sesuatu yang sederhana, berangsur-angsur tingkatannya berbeda, hingga ia menjelma menjadi dua kata, luar biasa. Perasaan itu tak lagi sekadar teman biasa, tapi dia berevolusi menjadi lebih dari teman biasa.
***

Aha! Hujan ternyata masih jadi peran antagonis, dia kembali mengingatkanku padamu! Kamu yang dua tahun ini meninggalkanku tanpa pamit, tanpa ucapan selamat tinggal, tanpa isyarat dan pengungkapan.

Ah... berdosakah aku kalau masih saja memikirkanku? Dua tahun lalu, hanya kau saja yang mengajariku menghargai rintik hujan, menghargai deras rindunya, menghargai butir-butir kenangan halusnya.

Hujan kali ini, di sepotong sore yang dingin, benar-benar mengingatkanku pada rasa kehilangan, tentu saja rasa yang begitu dalam. Hilang? Saat aku berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi, bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu? Di mana aku bisa menemukan seseorang yang mau berjanji untuk tidak meninggalkanku?

Sayang. Ah! Sayang? Panggilan yang tak pernah terucap sekalipun dari bibirmu. Hujan kali ini memang deras sekali, aku tak membayangkan kamu yang terbaring lemah disana, apa kau kedinginan? Oh ya, sudah sebulan aku tidak mengunjungimu ya? Apa kamu merindukanku sedalam aku merindukanmu? Tidak usah dijawab! Aku tidak ingin mendengar jawaban dingin itu! Begini saja, besok aku akan mengunjungimu, membersihkan rumput-rumput liar yang mencoba menjamah nisanmu. Jangan menolak! Aku punya alasan sederhana untuk menjelaskan pemaksaanku. Aku hanya rindu. Itu saja. Sederhana. Rindu memang selalu sederhana kan?

80 komentar:

  1. kereenn..
    kata-katanya beda bgt :)
    lain dripda yg lain.
    thumbs up (y)

    BalasHapus
  2. very like this :D
    seperti kisahku :)

    BalasHapus
  3. subhanallah...indah banget denger ceritanya,pria yg sederhana, yang setia & jujur memang yg diburu wanita :)

    BalasHapus
  4. ngena bangeddd,,,,

    BalasHapus
  5. ceritamu bagus-bagus yah. selalu ngena dan tak jauh berbeda dengan kisah-kisahku saat ini. :'(

    BalasHapus
  6. jadi ikut terhanyut :')

    BalasHapus
  7. kata-katanya sederhana, namun memberikan arti yang begitu dalam. membuat saya seakan masuk ke dalam cerita dan mengalami secara langsung setiap kejadian yang ada di dalam cerita ^^

    BalasHapus
  8. rindu memang sederhana.. namun ketika rindu itu menjadi sebuah candu, itu yang menjadikannya rumit..uah

    BalasHapus
  9. gua speechless bacanya
    kok ada ya orang yang bisa ngerangkai kata2 sederhana jadi penuh makna?

    BalasHapus
  10. keren, katarsis banget ceritanya, seperti kisahku sendiri,,,

    BalasHapus
  11. WOW!.. hanya itu kata2 yg bisa aku berikan. Endingya tak tertebak sama sekali. Kisah yg menyentuh, ternyata sudah terbaring di pembaringan terakhir T_T

    BalasHapus
  12. Keren :')
    saya follow yah, hehehe..

    mari ber - #15harimenulisdiblog :))

    BalasHapus
  13. AsLi !!!! KEREN abizz :(
    so romantic,,
    ^^ I Like it

    BalasHapus
  14. like me..
    nice story.. :')

    BalasHapus
  15. bahagia seandainya aq menemukan laki-laki seperti dia... :)

    BalasHapus
  16. indah banget pilihan katanya.
    paduan nya juga keren =)

    BalasHapus
  17. top_banget ne!!
    cuma dua kata__LUAR BIASA!!

    BalasHapus
  18. bagus mbak.. :)
    hujan memang selalu mengingatkan kita pada seseorang..
    :)

    BalasHapus
  19. Like 100%. Endingnya itu lho! pemikiran dan keputusan yang Hebat dalam setiap kalimat dan kerangka tulisannya. Jadi terharu, :)

    BalasHapus
  20. *speechless*
    <3 it :D seriously!!

    BalasHapus
  21. bagus....bagus....bagus....
    Beneran dah...

    BalasHapus
  22. subhanallah.. mengharukan. Smoga mencerahkan banyak orang setelah hujan :)

    BalasHapus
  23. love it!!! it so amazingg! asli keren bgtbgtbgtttttt

    BalasHapus
  24. rangkaian kata-katanya membuat cerita semakin terlihat indah, rindu itu terkadang sangat dekat dengan amarah :(

    BalasHapus
  25. nemu alamat blog ini di twitter eh ternyata emang kerenn bangett kata2nya sederhana tapi maknanya tetep dalem hehe..keep on writing ya ^^

    BalasHapus
  26. sumpah keren bangett!! *speechless*
    dan mirip bangett sama kisah akuu, apalagi 2tahunnya ituu :) keep on writing yaa author

    BalasHapus
  27. Ceritanya manis, mudah diterima, bermakna..
    Cinta itu sederhana, I Like.. :D
    Semangat terus dwitasari :)

    BalasHapus
  28. bagus kak.
    sederhana, tapi pesannya nyampe banget :')
    love it !!

    BalasHapus
  29. sangat sastraa! semangat kakak! i love it :)

    BalasHapus
  30. hiikss,,,hiikkss,,,,
    very good :')

    BalasHapus
  31. luar biasa tulisan yang Anda buat..
    smoga bnyak lagi yang dapat Anda karyakan..

    BalasHapus
  32. kata2nya bagus bngt, i like it :)
    tpi maap ya, gw kk ngerasa ada yg kurang ya???

    BalasHapus
  33. aku suka bangett dngan kata2 dan karya2 yang kamu tulis.......
    rasa nya pengen ngenal anda !!!!!!1 :P

    BalasHapus
  34. sangat sangat sangat sangat sangat suka sekali :-)

    BalasHapus
  35. gileee....
    gw bwgd ceritanya.seperti kisah masa lalu gw d tulis kembali dg bahasa tulisan dwitasarii yg mendalamm..
    amazing bwgdz.
    absolutely i like this story

    BalasHapus
  36. saya suka saya suka ,
    kata-kata indah dan menawan tak datang sembarangan.

    BalasHapus
  37. Asli, ngingetin ke papah banget kak. Nyentuh banget. Kakak suka hujan?kayaknya kita sama deh :')

    BalasHapus
  38. keren kak,like this banget :)
    kita sama* mncintai hujan :')

    BalasHapus
  39. bagus buangeeettt,,, mantab cyinn.. :-))

    BalasHapus
  40. Nusukkkk. Keren banget sumpah. :')

    BalasHapus
  41. Aku juga pecinta hujan, aku penggalau malam dan aku pemimpi yang selalu memimpikan kemustahilan :')

    BalasHapus
  42. Kak Dwita, suer. Ga nyangka. Aku kira engga mati, tapi nyatanya...............aaaaaaa :'(
    Kalau engga mati, kisahnya persis kaya aku kak :')

    BalasHapus
  43. lagunya itu bisa di download gak ? gimana caranya ? *bagus banget*

    BalasHapus
  44. keren banget,gak bisa nahan air mata,sukses terus ka..:)

    BalasHapus
  45. Like banget kak, ijin share yah :)

    BalasHapus
  46. selalu ada yg istimewa tentang hujan, dan ia tak pernah membosankan :')

    BalasHapus
  47. mengharukan untuk ceritanya dan 11 12 dngn kisah ku , hanya sepertinya aku yg akan pergi lebih dulu bukan dia :")

    BalasHapus
  48. Keren! Luar biasa cerpennya kak :) Persis seperti kisahku :'( dulu waktu SMP aku pernah suka sama seorang laki" dia satu sekolahan denganku. Aku nyatain cinta ke dia dengan memberi surat + sulaman namanya disapu tangan _ aku buat sendiri. Tapi sebelum dia jawab perasaan.ku dia meninggal karena penyakit tumor :'( Kejadiannya juga 2 tahun yang lalu. Huah_ nyesek bacanya. Apalagi aku bacanya saat hujan _ mataku sampai sembab :'( Bagus :) Daebak! T.O.P deh :D Tanggung Jawab, ganti biaya tisunya kak! :D atau aku elapin ingus.ku nih :O

    BalasHapus
  49. Serius ini keren banget. kata2'a dalem plus nusuk bgt... :')

    BalasHapus
  50. udah dua kali baca, tetep aja nggak nyangka sama endingnya :D

    BalasHapus
  51. kak sumpah deh kata katanya mengharukan+lagunya di blog ini:D itu suara kakak ya bagus banget..

    BalasHapus
  52. KereenN, sampai terharu bacanya :'(

    BalasHapus