Laman

15 Oktober 2011

Monolog: Cinta dan Agama

Reaksi: 

Aku tak mengerti mengapa perbedaan masih saja dianggap sebagai sesuatu yang asing. Aku tak mengerti bagaimana pola pikir seseorang yang menganggap perbedaan adalah sampah. Dimana perbedaan tak dapat dihargai, dimana perbedaan tak mendapat tempat se-inchi pun dalam kehidupan sosial masyarakat. Indonesia, negara yang katanya menghargai perbedaan, tapi menyentuh perbedaan pun rasanya amat menjijikan. Jadi, untuk apakah Sang Garuda mencengkram tulisan "Bhineka Tunggal Ika" jika perbedaan masih saja menjadi sesuatu yang tabu?

Agama. Sesuatu yang kadang terkesan maya tapi ada. Sesuatu yang kadang tak diketahui tetapi berusaha untuk dipahami. Sesuatu yang diluar otak manusia tapi berusaha untuk dicapai oleh otak manusia. Agama dan perintah Tuhan, apakah selalu mengekang? Seringkali agama menjadi jurang yang tak mampu dijembatani oleh cinta. Agama dan cinta, sesuatu yang Tuhan ciptakan tapi secara brutal dirusak oleh manusia!

Aku tahu, diluar sana ada ribuaan atau bahkan jutaan pasangan yang saling jatuh cinta walau dalam perbedaan. Bukankah kehidupan pasti butuh perbedaan? Kalau semua hal sama, bukankah membosankan? Pasangan yang berbeda dalam banyak hal, terutama yang paling kontras adalah perbedaan agama. Mereka berusaha sekuat mungkin untuk menunjukan bahwa mereka bukanlah sampah yang harus dikucilkan karena pola pikir masyarakat. Mereka bertahan walau dalam kesakitan, mereka berteriak walau dalam kebisuan, nurani mereka terpasung oleh sesuatu yang (katanya) disebut DOGMA AGAMA. Sesulit itukah mempertahankan cinta, ketika mereka tahu bahwa mereka bukanlah pasangan yang direstui oleh DOGMA AGAMA? Mereka mencoba menutup telinga dari cemooh masyarakat yang tak mengerti apa itu CINTA dan apa itu AGAMA. Mereka bertahan untuk sesuatu yang tak tahu dimana ujung dan akhirnya. Itulah cinta, yang mampu membuat dua orang yang terikat menjadi begitu kuat untuk menghadapi cobaan terhebat.

Cerita lainnya, pasangan dengan dua agama, pasangan berbeda yang telah diikat oleh tali pernikahan. Di depan altar suci mereka berikrar janji. Bertahun-tahun mereka bahagia dengan kehidupan yang mereka jalani. Setiap minggu pagi, sang wanita pergi ke gereja, mengucap Pengakuan Iman Rasuli dan mengujar Doa Bapa Kami. Pagi-pagi sekali, sang suami menghadap Tuhan, bersujud haru dibawah telapak kaki Tuhan, sambil membaca surat-surat dengan bahasa arab. Salahkah kalau dalam perbedaan mereka tetap berbahagia? Salahkan jika ada dua Tuhan dalam satu rumah tangga? Salahkan jika ada dua Allah dalam satu cinta? Bukankah dengan begitu cinta bisa mempertegas tugas utamanya? Menyatukan dua orang yang penuh perbedaan tanpa peduli apa kata orang!

Hey, kalian! Kenapa kalian tercengang mendengar ceritaku? Kenapa kalian membisu ragu mendengar dentuman gelisahku? Jadi, kalian baru sadar kalau disekitar kalian ada orang yang tersiksa karena DOGMA AGAMA? Jadi, kalian baru sadar ada pasangan yang begitu sulit untuk saling jatuh cinta karena AGAMA? Yak, kamu yang berjilbab! Pernahkah kamu berpikir bahwa dari jutaan wanita berjilbab ada beberapa orang diantara mereka yang jatuh cinta pada seseorang yang beribadah di gereja? Yak, kamu yang berkalung salib! Pernahkah kamu berpikir bahwa dari jutaan orang yang berkalung salib ada beberapa diantara mereka yang jatuh cinta pada seseorang yang beribadah di masjid? Jadi, apakah salahnya CINTA jika dia hanya menjalankan tugasnya untuk menyatukan perbedaan? Pantaskah AGAMA untuk ikut campur?

Inilah Indonesia! Pikirannya yang masih (sok) ketimuran! Menganggap perbedaan adalah pemerkosa kesatuan! Menganggap perbedaan layaknya pekerja seks komersial yang harus diarak dan dilempari batu hingga mati! Inikah Indonesiaku yang (katanya) punya slogan Bhineka Tunggal Ika itu? Hanya slogan ya? Tidak dilakukan melalui tindakan? Memalukan! Tapi, sebenarnya, kita pun tak pernah berhak untuk menyalahkan DOGMA AGAMA. DOGMA AGAMA bilang mencintai seseorang yang berbeda agama sama saja seperti mencintai gelap. Terang tak mungkin dapat bersatu dengan gelap. DOGMA AGAMA bilang seperti ini, DOGMA AGAMA bilang seperti itu, DOGMA AGAMA bilang........ Ah! Aku benci ketika manusia malah menjadikan DOGMA AGAMA sebagai Tuhan, bukan malah menjadikan TUHAN sebagai TUHAN!

Agama mengajarkan cinta dan kasih, agama mengajarkan bagaimana mencintai dan mengasihi seseorang yang berbeda. Cinta mengajarkan manusia menjadi manusia, cinta menjadikan manusia menjadi mahluk sosial. Cinta dan agama, sulit dimengerti, sulit untuk disatukan, tapi ada dan nyata.

Mengapa Tuhan menciptakan perbedaan jika DIA hanya ingin disembah dengan satu cara? Pertanyaan yang sulit kujawab dengan logiku yang sungguh terbatas, tapi jawaban akhir yang bisa kusimpulkan adalah cinta sejati berasal dari Tuhan, makanya itu Tuhan menciptakan cinta agar yang berbeda bisa saling menyatu.

26 komentar:

  1. sesuatu bangettt.... :)) mengharukan .. kata"nya menusuk hati

    BalasHapus
  2. cerdas! keluar dari pikiran orang normal!

    BalasHapus
  3. keran,,, izin buat share di blog saya dan akun saya...

    BalasHapus
  4. AWSOME !!
    walaupun cuma homework, tapi semuanay benar! :)

    BalasHapus
  5. sip"..yang diatas emang sering terjadi.

    BalasHapus
  6. aku suka P.S nya memberikan jalan aman ;) pinter

    BalasHapus
  7. saya setuju sekali. soalnya saya pacaran dengan org yang berbeda dengan agama saya.
    i like you blog

    BalasHapus
  8. trnyata bkan hnya saya yang merasakan sakitnya cinta beda agama,,yang akhirx hrus trpisah.. T.T

    BalasHapus
  9. Aku suka semua ceritamu tentang perbedaan agama, karena sekarang aku juga lagi ngalami itu, kebetulan aku seorang muslim, dan pacarku seorang katolik dan sekarang melanjutkan sekolahnya di seminari magelang. sering" buat cerita gini yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang tua kedua kakak tahu ttg hubungan kalian? :o

      Hapus
  10. suuukkkkkaaaaaaaaaaaaaaa BANGET! :* :)
    banyak yg ngalami cerita seperti yg kamu buat & aku satu dari jutaan orang :)
    bagian akhir dari ceritanya nice! :):):)
    semoga yg baca cerita kamu ini, pikirannya jadi terbuka & gak ngejudge lagi orang-orang yg punya perbedaan :)

    BalasHapus
  11. nusuk, keras, tajam tapi bukan pisau! kak dwita banget :)
    tapi (agak gak) mungkin jadi sedaleeem itu kalau kakak sendiri gak ngalamin cerita cinta beda agama :) *soktau
    sering-sering nge-post cerita yg kayak gini ya kak, jujur aja, aku suka banget :D

    salam dari jogja! :)

    BalasHapus
  12. bagus bgt!!
    Seandainya semua orang mempunyai pandangan yg sama tentang "perbedaan", sehingga pasangan2 yg berbeda agama seperti saya ini tidak harus merasakan sakitnya di anggap hina dan berdosa oleh org2 yg menganggap dirinya "suci"..

    BalasHapus
  13. Like my story.... tapi yang kita perjuangkan berdua bukan untuk menyatukan apa yang berbeda... :(

    BalasHapus
  14. Keren !
    Kaya cerita gue, perjuangan antara Tasbih dan Pura :"

    BalasHapus
  15. sukaa banggettt,,,, akuu bangett,, aku katolik n pacar aku muslim,, seandainya perbedaan agama itu ga bikin mumet... uda gampang buat kita nikah... =(

    BalasHapus
  16. bagus banget. aku bacanya sampe ngeluarin air mata :'(
    aku terlahir dari perbedaan agama.
    dan kebetulan yg sedang aku rasain sekarang ya seperti itu. 7 tahun menjalani hubungan dengan agama yg berbeda, tetapi berakhir karna kita tau bahwa aku dan dia tidak akan bisa menyatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dilema ya kalau dilahirkan dari 2 agama yang beda,,q juga lagi jalanin hubungan beda agama sis,,God bless

      Hapus
  17. Aku selalu suka sama cerita yang kaka buat , kebanyakan cerita kaka tentang cinta itu menggambarkan aku banget ka :')

    BalasHapus
  18. Aku merasa hina karena cewek hijab sepertiku pacaran dengan cowok beragama protestan. Tapi setelah baca tulisan kakak, aku kayak dapet sebuah kekuatan untuk bertahan. Thanks kak udah mau ngasih kekuatan buat cewek lemah kayak aku :')

    BalasHapus
  19. Iya benar banget,aku pun mengalami antara Cinta dan Agama. Terlihat begitu berat dan sulit,namun aku dan dia bahagia dalam menjalankannya :'( padahal kita tau entah dimana ujungnya nanti.

    BalasHapus
  20. ngena, banget ini, pas banget sama yang terjadi pada ku,

    harus banyak belajar dari empunya ini :D

    BalasHapus