Pages

December 12, 2011

Kita (mungkin) Belum Benar-Benar Putus

Reactions: 


Mungkin, dulu aku tak benar-benar mencintaimu, ketika jantungmu berdetak lebih cepat saat bertemu denganku, aku tak merasakan jantungku berdetak dengan hebat ketika bersamamu. Perkenalan kita begitu singkat, pertemuan kita cukup beberapa saat, lalu kaukatakan cinta, lalu ka tunjukkan rasa, lalu kaubahagia dengan cinta "instan" yang kita lalui berdua. Ya, aku bahagia, tapi tidak benar-benar bahagia, karena (mungkin) aku tak merasakan perasaan yang sama denganmu, karena (mungkin) aku asal menjawab saja ketika ka memintaku menjadi saru-satunya dalam hidupmu.

Aku tak pernah mempedulikanmu! Aku tak pernah mau tahu kabarmu! Aku hanya bertingkah seolah-olah kaukekasihku, karena masih ada labirin-labirin kosong dihatiku, yang tak mampu terisi olehmu. Ya, kita bertingkah layaknya pasangan kekasih yang sangat bahagia, tapi apa yang kurasakan? Genggaman tanganmu, kosong! Pelukanmu, semu! Tutur katamu, tak penting bagiku! Senyummu, tak mampu membuat jantungku menderu menggebu! Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan pria-pria itu! Bermesraan dengan mereka tanpa kautahu apa yang kulakukan dibelakangmu. Sebenarnya, apa yang salah denganku? Sebenarnya, ini salahku atau salahmu?

Awalnya, semua berjalan biasa saja, tapi aku mulai risih dengan tingkah bodoh dan keanehanmu! Aku tak tahan dengan semua hal bodoh yang kauperlihatkan padaku. Aku tak suka caramu mengatakan cinta dengan hal setolol itu! Kenapa kaselalu membuatku marah? Kenapa kautak pernah berusaha menumbuhkan cinta dalam hatiku? Kenapa aku tak bisa mencintaimu walaupun kutahu kautelah berkorban banyak untukku?

Tapi, Tuhan memang adil, Tuhan berikanku rasa sakit untuk menyadarkanku dari kesalahanku. Kata putus yang kulontarkan dengan begitu mudahnya, tanpa tangis tapi penuh tawa ternyata tak selamanya menjadi tawa bagiku. Selang beberapa hari memang semua berjalan normal, tapi aku merasa ada mozaik yang hilang dalam hidupku; kamu yang kutinggalkan dengan sengaja dan dengan kejamnya. Pesan singkatmu, tawa renyahmu, senyummu, kata-kata cintamu, tak ada ada lagi hal-hal manis yang dulu kuanggap seperti sampah itu. Tak ada lagi kamu yang mengisi hari-hariku dengan lelucon bodoh dan tampang tolol itu. Tak ada lagi kamu yang diam-diam mencium pipiku ketika aku sibuk dengan handphone dan laptopku. Aku merasa sendirian. Aku benar-benar merasa kehilangan. Kini, aku semakin percaya bahwa kita baru benar-benar mencintai seseorang ketika kita kehilangan sosoknya, dan hal itu kini terjadi padaku.

Memang, setelah berpisah denganmu, aku dengan begitu mudahnya mendapat seseorang lagi yang berusaha mengisi hari-hariku, tapi dia tak sebodoh kamu, dia tak setolol kamu, dia tak mampu menggantikan kamu. Dia hanya berhasil mengganti statusku yang single menjadi in relationship, dia tak benar-benar mampu menggantikan kamu yang (tanpa kusadari) telah mengisi hatiku. Aku semakin mengerti bahwa tak ada seorangpun yang mampu menggantikan sosokmu.

Meskipun kini aku telah bersamanya, dan kaujuga telah menemukan seseorang yang baru, tapi perasaanku tak berubah sedikitpun. Aku justru sangat mencintaimu ketika kini kautelah bersamanya. Saat melihat kaudengan dia, ada rasa sakit yang menikamku dalam-dalam, ada kenangan yang diam-diam mendesakku kembali ke masa lalu, sambil berkata dalam hati: "Dulu aku pernah menggenggam tanganmu, tapi sekarang dia yang mampu melakukan itu, kekasih barumu."

Hanya itu yang bisa kulakukan, MENYESAL! Membiarkanmu mencintaiku tanpa mempedulikan perasaanmu, membiarkanmu memberi kejutan tanpa pernah memerhatikan usaha kerasmu, aku sadar bahwa ternyata dulu kamu benar-benar mencintaiku. Cuma itu yang bisa kulakukan, menangis diam-diam ketika kulihat barang-barang pemberianmu masih kusimpan dengan rapi. Kita memang telah berpisah, tapi perasaanku belum bisa lepas darimu. Kita memang telah putus, tapi kenanganku tentangmu belum benar-benar putus.

Aku takut kehilangan seseorang yang tak lagi kumiliki... kamu.

96 comments:

  1. Cinta itu memang aneh. Terkadang, orang yang kita benci, justru adalah orang yg benar2 kita cintai. Dan anehnya lagi, persaan itu muncul ketika kita sudah tidak bersama lagi.

    ReplyDelete
  2. FLIPPED cinta yang berbalik...andai seperti itu...hahaha mampir juga ke kisah gue y... http://karmachela.blogspot.com/

    ReplyDelete
  3. semoga cerita ini menjadi ceritaq d msa depan..:)

    ReplyDelete
  4. racikan kalimat yang membius :)
    aku suka aku suka :D

    ReplyDelete
  5. aku suka bgt cerita yg ini kaaaa, aku d terinspirasi buat blog. ini blog baru aku, tolong liat trus kasih masukan yaaa http://ratuin.blogspot.com/

    ReplyDelete
  6. Bagus bangettttt dan hampir sama kisahnya sama aku :.mampir ke blog ku dong http://ceritasichalisa.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. aiissshh gue banget :) mantep kka kata-katanya :D
    mampir d.blog gue ya kka http://poethreedork.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. keren ceritanya,jadi keinget someone:')

    ReplyDelete
  9. spechless bacanya :") keren :) ijin share :)

    ReplyDelete
  10. hiks banget , bacanya sampe netes nih mata :")

    ReplyDelete
  11. sedih banget:"( ini yg harus dia baca!:")
    big thumbs for you Dwitasari(Y) keep blogging like this ya
    smoga dia ngerti perasaan gue:")

    ReplyDelete
  12. Panjang banget (?) Bagus, dan kenapa nggak bikin buku aja?._.

    ReplyDelete
  13. Ketika aku membaca ini, aku benar2 menangis. Karena apa?
    Karena di kisah nyata aku menjadi Ka Dwi saat itu
    Aku sungguh menyesal telah merelakan dia pergi dari hatiku
    :'(

    ReplyDelete
  14. semua kata katanya mirip dengan kisah ku kak , yaaAllah (ʃ⌣ƪ)aku jadi nangis nih bacanya kak :'(
    sekarang pun dia masih bersama kekasihnya , tapi dia juga masih mengharapkanku , sangat mengharapkanku . aku tau dia sangat sangat menyayangi ku :')

    ReplyDelete
  15. semoga dia menyadari rasa cintaku tulus adanya :')

    biar cerita di atas gak pernah terjadi pada kami..hopefully

    ReplyDelete
  16. :') mampir ke blog aku ya . kikimaylan.blogspot.com

    ReplyDelete
  17. katakata terakhir.y nyess bgt, seperti yg aku rasakan :"

    ReplyDelete
  18. benar-benar nyentuh, aku banget ;) kak dwitasari keren

    ReplyDelete
  19. makasih bgt kata2nya jd cambuk. bener2 ngebuka mata, thankyou mbak dwitasari;)

    ReplyDelete
  20. Dalem banget:')pernah ngalamin sendirii:'

    ReplyDelete
  21. ngebaca ini seperti ngeflashback ke beberapa bulan yang lalu(⌣́_⌣̀)

    ReplyDelete
  22. Flashback:')
    Tapi kalo aku bener2 sayang sama dia. Oke kenangan memang belum hilang. Masih berkelebatan:')

    ReplyDelete
  23. bisa jadi ini cerita yang pernah gue alamin :')

    ReplyDelete
  24. kenapa cerita ini sama kayak kehidupanku yang nyata :") thanks kak, you are inspired me :)
    enjoy and join my blog http://depiranharatnasari.blogspot.com

    ReplyDelete
  25. Persis, namun bukan karena aku ga mencintainya, tapi karena aku ingin membuat doi lebih baik dari pada saat dia sama gue :)

    ReplyDelete
  26. Dalem bgt ceritanya persis bgt sm yg aku alami

    ReplyDelete
  27. Aku takut kehilangan seorng yg tak lagi ku miliki
    ....semoga g .ke ulang yg ke2x .™

    ReplyDelete
  28. dia akan lebih berharga ketika dia sudah tidak ada :')

    ReplyDelete
  29. Sama banget sama apa yang aku rasa;')

    ReplyDelete
  30. sama persis sama yang aku rasa, :'(

    ReplyDelete
  31. ceritanya bagus kak, menyentuh :')

    ReplyDelete
  32. kaaakkkk. lagunya bagus banget? blognya juga?
    lagunya judulnya apa?

    ReplyDelete
  33. Nice Dwita... I see my self in this story :')
    dia sudah berbahagia dgn orang lain,, semoga ANH memaafkanku :')

    ReplyDelete
  34. semangat nulis karena terinspirasi oleh kak dwita :)

    ReplyDelete
  35. ini bener banget :""" dan kini aku merasakannya

    ReplyDelete
  36. kisahnyaa aku banget kak, kueereen abis :')
    GOOD JOB :D

    ReplyDelete
  37. Kerenn kakk. Kata"nya nyess kak.

    Mampirr ya kak di wahyuashri.blogspot.com

    ReplyDelete
  38. Itu kisah ku kak:'( sangat sangat mirip dengan kisahku

    ReplyDelete
  39. ini ceritanya sama banget ya kayak aku. sama bangettt

    ReplyDelete
  40. jauh seseorang disana menangis melihat ini tpi bukan gw.!:(

    ReplyDelete
  41. jauh orang di luar sana akan tersentuh bila melihat ini,tpi bukan gw orangnya

    ReplyDelete
  42. jauh seseorang di luar tersentuh bila melihat ini,tapi bukan gw orangnya.!!

    ReplyDelete
  43. astagaaa.. aku ngrasa kesindir kak, sama persis ky cerita ku 4th yg lalu. bahkan sampek sekarang aku masih sering larut dalam penyesalanku :'(

    ReplyDelete
  44. ya ampun ini kena banget kak :')

    ReplyDelete
  45. Ini sama banget yang dirasakan aku sekarang ini:'''))

    ReplyDelete
  46. pernah terjadi sama aku kakkkkkkkkk dan rasanya menyesal :''''''

    ReplyDelete
  47. ini hampir sama kayak apa yang aku alamin sekarang mbaa.. :') omg~

    ReplyDelete
  48. Mba , bisa posting cerita ttg sy? Cerita ttg tuhan kami berbeda? Ttg seorang wanita yg tak lg bisa melihat pujaan hatinya dari dekat

    ReplyDelete
  49. hruskah perbedaan ini menghentikan semuanya ????????????
    :'(

    ReplyDelete
  50. Keren banget
    Hmpirr sama deh kayak kisah gue :D

    ReplyDelete
  51. kisahny sangat mendalam sama dengan apa yang kurasakan
    "mungkin belum benar2 putus" :(

    ReplyDelete