17 May 2013

Sampai Kamu Datang


Satu minggu ditambah satu hari. Begitu singkat perkenalan kita, tapi ternyata semua telah melekat, termasuk cinta? Kamu tak percaya? Tentu saja. Kamu selalu tak percaya pada perasaanku. Kamu lebih memercayai persepsimu sendiri. Kamu menjunjung tinggi pengetahuanmu. Padahal, kalau boleh jujur, aku tak pernah berbohong jika berkata rindu yang bukan semu itu.

Tiga hari setelah perpisahan kita. Semua begitu berbeda. Entah mengapa meskipun aku belum benar-benar mengenalmu, sudah lahir saja rindu yang sulit kuatasi. Aku mencari-cari kamu dengan menggunakan apapun. Aku mengharapkan beritamu mampir walaupun sekadar cerita atau mitos semata. Kudengar, kamu sakit, ya? Cepat sembuh, ya. Maaf jika aku tak berperan aktif untuk menyembuhkan sakitmu, karena kamu telah memutuskan kebersamaan kita dan tak lagi ingin melihat aku dalam tatapan matamu. Aku bertanya-tanya, apa salahku?

Untuk Cahaya Penunjukku, aku kebingungan melawan resah dan kangen. Aku berusaha tak memikirkan kamu dan kenangan-kenangan kita dulu, tapi semakin kulawan; semakin kauhadir dan melekat. Perpisahan harusnya tak terlalu menghasilkan sakit karena perkenalan kita belum terjalin begitu lama. Aku hanya menyesal, mengapa semua yang kupikir akan berakhir bahagia malah berakhir secepat itu? Satu helaan napasku memburu, kucuri kamu dalam otakku. Kamu tetaplah bayang-bayang, menghamburkan harapan, kemudian menghempaskan.

Aku melirik ke belakang, melihat dan mengingat apa saja yang pernah kita lakukan. Aku ingat ketika kamu memerhatikanku dengan baik dan peduli. Aku merekam segala rasa cemasmu ketika aku bercerita tentang pria lain. Aku mengenang rangkulan dan gandengan tanganmu yang kurasakan pertama kali. Rasanya, aku tak cukup kuat untuk mengembalikan segalanya kembali seperti awal perkenalan kita.

Aku menunggu saat kita bisa bertemu lagi, saling menumbuhkan rasa percaya juga cinta. Aku menunggu kamu datang, membawa pelukan juga rindu yang kaupendam. Mungkinkah kaupunya rindu sedalam dan seluas yang kusimpan? Mungkinkah kaupunya cinta dan sayang sekuat dan seindah yang kupunya? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Kamu begitu sulit kutebak, tapi aku mencintai segala teka-tekimu. Kamu hadir di saat yang tepat, saat aku membutuhkan perkenalan tanpa keribetan, saat aku menginginkan pria humoris di sampingku. Aku menemukan sosok pria idaman dalam dirimu, tapi sepertinya aku bukanlah sosok yang kauinginkan. Aku terlalu buruk untukmu. Aku tak ingin wajah tampanmu bersanding dengan wanita serendah aku. Kamu terlalu sempurna untuk kugapai dan aku hanyalah si buruk rupa yang merindukan takdir indah.

Sayang, aku menunggu kamu pulang. Kepulanganmu adalah kebahagiaan bagiku. Aku menunggu kamu berbalik arah dan kembali berjalan ke arahku. Aku mulai mencintaimu dan kurasa kamu juga begitu. Kamu selalu berkata cinta, mengucap rindu, dan tersenyum ke arahku dengan wajah manis. Cukupkah segala alasan itu menjadi dasar penilaiku, bahwa kaujuga mencintaiku? Memang terlalu tergesa-gesa menyebutnya cinta, tapi izinkan aku bilang bahwa cinta pun bisa datang bahkan tanpa aku meminta.

Ketika berkenalan denganmu, aku tak minta banyak hal selain pertemanan. Tapi, kaumembuka mataku dan mengecup manis anganku, hingga aku merasa nyaman jika berada di dekatmu. Jika perasaan itu makin tumbuh, salahkah aku? Maaf, jika aku terlalu berharap banyak. Maaf, jika aku tak bersikap sadar diri ataupun memilih pergi.

Aku menunggumu sampai datang. Pulanglah, Sayang. Jangan pergi lagi. Aku menunggumu sampai waktu tak izinkan kita bersatu.

108 comments:

  1. keinget dya yang disemarang jadinya..ini aku bangett kak ;'(... *netes dah

    ReplyDelete
  2. Seribu jempol kak, terharu banget :')

    ReplyDelete
  3. aku bgt ka :') >>> 'sayang, aku menunggu km pulang. kepulanganmu adalah kebahagiaan bagiku. aku menunggu kamu berbalik arah dan kembali berjalan ke arahku.'

    ReplyDelete
  4. akuu bangeeettt :'( jadi kangeeen

    ReplyDelete
  5. Yaa , ampun kak ... :')
    Menyayat hati :')

    ReplyDelete
  6. bacaan yang indah dan menyentuh :'),nice..

    ReplyDelete
  7. Paragraf ke 5 aku banget : Kamu hadir di saat yang tepat, saat aku membutuhkan perkenalan tanpa keribetan, saat aku menginginkan pria humoris di sampingku. Aku menemukan sosok pria idaman dalam dirimu

    ReplyDelete
  8. Anjirrr,dalem bgt kayanyaaaa

    ReplyDelete
  9. Bagus sekali. Menyentuh. Seperti pengalaman pribadi, ataukah memang begitu?
    Salam :)

    ReplyDelete
  10. Seperti pengalaman pribadi saya. Menyentuh banget:') nice..

    ReplyDelete
  11. hem saya banget, tapi saya gak mau nunggu dia terlalu jahat untuk ditunggu *curhat

    ReplyDelete
  12. Menyentuh banget. Sama seperti pengalaman pribadi saya:') nice!

    ReplyDelete
  13. Aku banget kak, sekarang bener-bener lagi ngerasain yang kayak gitu :'(

    ReplyDelete
  14. Baca ini sampe netesin air mata

    ReplyDelete
  15. Suka pada bagian : 'Kamu hadir di saat yang tepat, saat aku membutuhkan perkenalan tanpa keribetan, saat aku menginginkan pria humoris di sampingku. Aku menemukan sosok pria idaman dalam dirimu, tapi sepertinya aku bukanlah sosok yang kauinginkan. Aku terlalu buruk untukmu. Lanjutkan ya ka menulisnya :')

    ReplyDelete
  16. ini ngena banget ceritanya kak .

    ReplyDelete
  17. keren banget kak, ceritanya kisah nyata bgt :')

    ReplyDelete
  18. tapi keren, efek galaunya ngena

    ReplyDelete
  19. tapi tidak ada salahnya bermimpi lagi kan kak? Move move move :)

    ReplyDelete
  20. Kata- kata indah yang terucap dari hati
    Muantabs..

    ReplyDelete
  21. Ahh aku banget , baru kenal 1 minggu 3 hari :'(

    ReplyDelete
  22. ember mana ember,,,:D
    pas pake "banget" sama my story dwita,,,salam kenal y jangan lupa mampir ke rumah gue cerpen666 blogspot dot com :D

    ReplyDelete
  23. jleeb banget kalau inget semua itu :'(

    ReplyDelete
  24. Dari sini ngejleb :'(
    Aku menunggu kamu datang, membawa pelukan juga rindu yang kaupendam. Mungkinkah kaupunya rindu sedalam dan seluas yang kusimpan? Mungkinkah kaupunya cinta dan sayang sekuat dan seindah yang kupunya? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Kamu begitu sulit kutebak,

    ReplyDelete
  25. Ditunggu novel baru yak kak :)

    ReplyDelete
  26. Dalem banget mbak maknanya yang kalimat terakhir :'(

    ReplyDelete
  27. Pas. . .ngena nya mpe ga sngaja tenangis. .

    ReplyDelete
  28. maaf jika aku berharap banyak :)

    ReplyDelete
  29. nyentuh kehati banget ka :'( bener netesin air mata nih saya alami ini semua

    ReplyDelete
  30. wow.. inget masa lalu
    'salahkah aku? maaf jika aku terlalu berharap banyak'

    ReplyDelete
  31. 'Satu minggu ditambah satu hari' :')

    ReplyDelete
  32. nangis baca ini ka :"( aku banget

    ReplyDelete
  33. hebaat...:) penuh penghayatan, sulit sekali untuk bisa menulis seperti ini :)

    ReplyDelete
  34. :") :") Sangat sangat aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kena di hati

    ReplyDelete
  35. :')hhaha , ,still for him, ,ini setia ku buat fajar !

    ReplyDelete
  36. membuat saya kembali berpikir ka, apakah saya layak untuknya :''(

    ReplyDelete
  37. membuat gue berpikir kembali, gue gak layak untuknya

    ReplyDelete
  38. aku banget,,,,,
    jadi sedih,,,,,

    ReplyDelete
  39. kak ini keren :')
    ijin re post ke blog ku yaa :')

    ReplyDelete
  40. kerenn juga, jadi merinding baca nya

    ReplyDelete
  41. kak :') ini baru aku alamin kak . inget orang yang di semarang jadinya :')

    ReplyDelete
  42. Pas buat gue :") tapi sayang 'kita' pada akhirnya saling menyakiti, hanya karena kesalah pahaman dan berujung pada perpisahan yang sebenernya sulit untuk dilalui :')

    ReplyDelete
  43. kak dwita, kalau udah nulis apalagi yang berlabel cinta jitu banget, buat orang flashback dan akhirnya nostalgia.. keren kak dwita, salut, seribu jempol kak buat kamu

    ReplyDelete
  44. sama seperti cerita yg kujalani saat ini. Hanya bisa berdoa dan bersabar.. :')

    ReplyDelete
  45. kerennn'nya pake banget loh :")
    suaranya juga bagus :D

    ReplyDelete
  46. Kereeen banget kak! SUMPAH! Aku suka katakatanya! Ada yg nyentuh sama kisah aku.. :''')

    ReplyDelete
  47. Kereeeeen bangeet kak! Katakatanya ada yg nyentuh pengalaman dan ksiah akuu! :'''')

    ReplyDelete
  48. semoga gue dapat cinta yg tulus n sepenuh hati :)

    ReplyDelete
  49. ceritanya mewakili perasaan banget kak:")

    ReplyDelete
  50. ''Jangan pergi lagi. Aku menunggumu sampai waktu tak izinkan kita bersatu.'' aku percaya suatu saat nanti :')

    ReplyDelete
  51. Diri gue di paragraf ke 5 yang terakhir tuh :') : Kamu terlalu sempurna untuk ku gapai dan aku hanyalah si buruk rupa yang merindukan takdir indah :D

    ReplyDelete
  52. keren kak. dalem banget :) terharu aku, kak :), kak aku izin copas kalimat yg ini ya ?:) " Aku menunggu kamu datang, membawa pelukan juga rindu yang kaupendam. Mungkinkah kaupunya rindu sedalam dan seluas yang kusimpan? "

    ReplyDelete
  53. baca ini sambil dengerin 'kesedihanku' nya sammy *nangiskejer* :'(

    ReplyDelete
  54. Yaampun kak, ngena banget haha :"D

    ReplyDelete
  55. Aku banget kak. Suka pas bagian ini : untuk cahaya penunjukku, aku kebingungan melawan resah dan kangen. aku berusaha tak memikirkan kamu dan kenangan2 kita dulu, tapi semakin kulawan; semakin kauhadir dan melekat. perpisahan harusnya tak terlalu menghasilkan sakit karena perkenalan kita belum terjalin begitu lama. aku hanya menyesal, mengapa semua yang kupikir akan berakhir bahagia malah berakhir secepat itu? satu helaan napasku memburu, kucuri kamu dalam otakku. kamu tetaplah bayang2, menghamburkan harapan, kemudian menghempaskan.
    aku melirik ke belakang, melihat dan mengingat apa saja yang pernah kita lakukan. aku ingat ketika kamu memperhatikanku dengan baik dan peduli. aku merekam segala rasa cemasmu ketika aku bercerita tentang pria lain. aku mengenang rangkulan dan gandengan tanganmu yang kurasakan pertama kali. rasanya tak cukup kuat untuk mengembalikan segalanya kembali seperti awal perkenalan kita. :*{}

    ReplyDelete
  56. kakaaak :( kenak banget apalagi lagunya ._.

    ReplyDelete
  57. Waduh kak Dwita, kita senasib yaa :) Mengharukan ya :) semoga kita bisa bertemu "cahaya penujukmu" itu :)

    ReplyDelete
  58. Maaf aku harus pergi, kamu berhak mencintai siapapun & akupun begitu.
    Mencintai bukan sekadar memiliki,

    ReplyDelete
  59. keren sekaliii kak, begitu menyentuh :'''''))

    ReplyDelete
  60. pengalam aku kak. aaaaaaaak :'(

    ReplyDelete
  61. www.ridhaaulianisa9.blogspot.com

    sarannya yah, makasih :)

    ReplyDelete
  62. Tulisan yg padat,dengan makna yg mudah dicerna. Bacaan untuk remaa yg ringan bahasa. Keren kak

    ReplyDelete