Laman

5 Agustus 2011

Selamat Ulang Tahun, Cinta Pertama

Reaksi: 
"Kenangan cinta pertama itu tak akan pernah bisa disembunyikan."

Selamat Ulang Tahun, Cinta Pertama! Seorang pria dengan wajah sayu, berhidung mancung, bermata sendu, serta seorang pria dengan pita suara yang dihiasi oleh suara lembut. Di mataku, kautanpa cela. Di hatiku, kaumemiliki peran yang luar biasa.

Mungkin, kautak akan pernah membaca ini, melihat sekejap matapun tidak mungkin, apalagi membaca hingga paragraf akhir. Mungkin, kautidak mengetahui usahaku untuk menulis ini, usahaku untuk mengundangmu kembali berotasi diotakku, mengelilingi poros otak tengah, menjalar ke otak kiri, lalu membias ke otak kanan. Tak ada dasar apapun dan tak ada alasan apapun yang menjelaskan mengapa aku harus membiarkan jemariku menari dan kembali menuliskan semua hal tentangmu. Seseorang yang sempat mengendap dalam sel otakku, seseorang yang pernah terlupakan oleh jemariku yang dulu sering menuliskan tentangmu.

Jika aku bercerita bagaimana pertemuan awal kita hingga perpisahan kita, mungkin tulisan itu akan terakum sempurna menjadi sebuah roman, yang di dalamnya terdapat tokoh sentral. Hanya aku dan kamu, bertemu, berkenalan, berteman, bercanda, bergembira, jatuh cinta, indah, dan berpisah. Jadi, aku tidak akan bercerita tentang itu. Tunggu dulu! Bukannya aku melupakan kenangan itu, aku hanya ingin membuat semua paragraf menjadi sangat berisi dan efektif, walaupun sekali lagi mungkin kautak akan membacanya.

Aku bahkan tidak lagi tahu kabarmu. Di mana tempat tinggalmu? Siapa wanita yang menjadi pilihanmu saat ini? Bagaimana keadaanmu? Tak perlu lagi aku  membiarkan air mataku terbujur kaku, menyerah setelah beberapa saat bertahan dipelupuk mata. Aku yang sekarang adalah wanita kuat yang dulu belum kaukenal. Jika kau melihatku saat ini, kaupasti berkata,"Kamu berbeda!" Ungkapmu dengan rambut menyeringai santai, dengan jambul yang menjuntai.

Kausemakin tua. Aku sedang membayangkanmu saat ini, mungkin hidungmu semakin mancung, mungkin bulu matamu semakin lentik, mungkin pipimu semakin memerah ketika panas menyengat hangat pipimu, mungkin kausibuk dengan kegiatanmu, dan mungkin kautelah melupakanku. Dari jarak sejauh ini, mustahil jika aku bisa lagi menyorot erat bola matamu dan menyerap sinarnya.

Bukankah, kenangan cinta pertama itu tak akan pernah bisa disembunyikan? Bukankah, kekuatan cinta pertama jauh lebih kuat daripada cinta-cinta lainnya? Tapi, apa yang kurasakan saat ini, hanya aku yang tahu, hanya aku yang bisa manafsirkan. Kaumiliki jalanmu, aku mengikuti jalanku, sekarang bukan dulu, kaudan aku bukan lagi bocah ingusan yang suka permainan.

Jadi, untuk segala kemungkinan yang terjadi, biarlah Tuhan menyimpan kemungkinan itu rapat-rapat dalam sela-sela jemariNYA yang penuh kuasa. Diumurmu yang semakin bertambah ini, semoga Tuhan memberkati semua rencana pembahagiaanmu, semoga kautetap dicintai oleh sesamamu, dan semoga aku masih tersimpan aman dalam laci lemari otakmu.

Satu hal yang perlu kauketahui, aku tak pernah mengabaikan kekuatan cinta pertama.

ditulis saat: hidung tersumbat, kegalauan menghambat, nafas tercekat. seorang hipotensi butuh pertolongan pertama tapi dia lebih memilih untuk menulis tentang seseorang yang hidup dimasa lalunya. hebat!

46 komentar:

  1. so touching, very good :) but well, if I were you i'll move on cause you are waaaaaay to deep drawn in this love. Get a life. I'm sure you can. Good luck. And cheer up :)

    BalasHapus
  2. ceritanya hampir sama kayak gw.. #nangis

    BalasHapus
  3. First love never dies. Dun worry, if you haven't found ''the one''. God is still writing your love story! ;)

    BalasHapus
  4. hallo dwita:D ini keren bangeeeet;) aku fans kamu loh hehehe. i just fallin' love with your words;)

    hey guys please visit and follow my blog
    http://holywonka.blogspot.com

    thankyou:))

    BalasHapus
  5. waaaaaaah, jadi teringat sama yang lalu lalu, sweet. cinta pertama emang gak pernah berakhir :')

    BalasHapus
  6. Yupz...itu benar klau CINTA PERTAMA tak pernah bisa tuk HILANG dari laci lemari otak kita. Seperi hal kisah ku, setelah 7 tahun berpisah tanpa kabar dan akhirnya aku bertemu kembili CINTA PERTAMA ku...

    BalasHapus
  7. huaaaa.. mirip banget deh saya saya :')

    BalasHapus
  8. suka banget --> Kau miliki jalanmu, aku mengikuti jalanku, sekarang bukan dulu

    BalasHapus
  9. pacar pertama emang selalu jadi yang pertama di hati... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. first love never forgotten. keep in deepest heart

      Hapus
  10. baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus:)

    BalasHapus
  11. kayanya, hampir semua orang juga punya cerita seperti ini ya :')
    ngena banget nih... huhuhu

    BalasHapus
  12. kak dwita aku gatau saking bodohnya aku atau terlalu "wow"nya cerita ini aku cuma bisa bilang "wow" :D !

    BalasHapus
  13. cerita nya hampir sama kayak aku :((( hikss hiksss

    BalasHapus
  14. keren banget! cinta pertama emang sulit dilupain! :)

    BalasHapus
  15. emang ... cinta pertama memberikan kesan yang lebih/ melupakan berbeda & sulit u/ melupakanx...

    BalasHapus
  16. Keren. Kenapa ga bikin buku aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tulisan dwitasari kalo dibikin buku nantinya pasti sangat membuat galau. hehe

      Hapus
  17. persis banget kaya kisahku :''

    BalasHapus
  18. postingan yang ini daleeeem pake banget. JLEB.

    BalasHapus
  19. Terharu :') ceritanya sama kayak aku. Sampe skrg aku msh inget semua tentang dia yg dulu pernah ada :') aaaaaah mbk dwita bisa ajaaa

    BalasHapus
  20. MY First Love where are you.......... haha

    BalasHapus
  21. tulisan-tulisanmu memang pas dan ngena ..

    BalasHapus
  22. kak dwita belajar nulis dimana si? kok bagus2 ya hasilnya :" menyentuh bgt!

    BalasHapus
  23. yaampun, terasa banget ceritanya :')

    BalasHapus
  24. Sama kejadian nya nih.haha :'

    BalasHapus
  25. kak ini tanggal lahir gue ! plis :'(

    BalasHapus
  26. kerennn, guee bgetttt. bner.bner nyentuh. cinta pertama gue jg lahir bulan juni ini :''(

    BalasHapus
  27. Cinta pertama memang memiliki kekuatan yang luar biasa dari cinta lainnya :) and now, i fell it.

    BalasHapus
  28. aku berharap bertemu kembali dengan cinta pertamaku, cinta yang tak mungkin hilang meski aku telah bersama orang lain :(

    BalasHapus