Pages

August 20, 2011

Cinta. Agamamu. Agamaku

Reactions: 
"Apakah seseorang yang kaucintai harus memeluk agama yang sama denganmu?"

Aku duduk terdiam di depan tempat ibadah itu. Tempat ibadah yang mungkin tidak akan pernah kumasuki seumur hidupku. Tempat ibadah yang selamanya tak akan kubiarkan kakiku menginjak dan merasakan lantai dingin yang mungkin sedikit memberi kesejukan itu, masjid. Aku menunggunya dengan sabar, menunggu kekasihku selesai beribadah. Terlintas pikiran nakal kala itu, "Bagaimana mungkin aku bisa mencintai seseorang yang tempat ibadahnya tak sama denganku?" Tiga menit kemudian, beberapa orang telah meninggalkan tempat ibadah itu. Aku menyibukan kepalaku dengan menggerak-gerakannya, celingak-celinguk kanan kiri mencari sosoknya. Lalu, beberapa detik kemudian seorang pria berlari-lari kecil ke arahku, kekasihku, Idlan.

"Sayang, nunggunya lama ya?" Dengan nafas terengah-engah Idlan menyapaku.

"Enggak kok, tenang aja. Dimuka kamu masih ada air wudhu tuh, aku ada tissue, mau dilap dulu enggak?" Ungkapku sambil memeriksa isi tasku.

"Boleh deh." Jawabnya singkat sambil memerhatikan wajahku dengan seksama, aku terheran.

"Kenapa ngeliatin aku terus sih?" Tanyaku sinis memelototi matanya.

"Kamu cantik, kenapa enggak pake jilbab aja?" Gurau Idlan dengan tawa khasnya.

"Emangnya kalau aku pakai jilbab malah tambah cantik ya?" Tanyaku balik sambil mengacak-acak rambutnya.

"For sure, yes!"

"Cantik itu dari hati kok, bukan dari jilbab." Ujarku pelan sembari menarik tangannya agar melanjutkan perjalanan kita dengan berjalan kaki.

"Iya, Sayang. Tapi..."

"Lagian juga, yang harus dijilbabkan bukan cuma fisik, tapi juga hati." Timpalku memotong pernyataannya.

"Kok jadi dibawa serius sih?" Idlan menahan langkahnya, menarik tanganku agar memberhentikan langkahku.

"Siapa yang bawa serius? Aku cuma enggak suka aja, kalau kamu enggak bisa terima aku yang enggak pakai jilbab ini yasudah. Kalau kamu enggak bisa terima agamaku, maka kamu enggak bisa mencintai aku kan?" Pembicaraan menjadi panas, aku berjalan meninggalkannya. Seperti biasa, dia tak pernah mengejarku, dia tak pernah menahanku untuk tetap tinggal.
***
Ibu menunggu di depan rumah. Wajahnya temaram kelam layaknya menunggu seseorang. Aku menghampiri beliau dengan langkah terburu-buru.

"Mama, kok di luar?" Aku menghampiri mama sambil mengajak beliau memasuki rumah.

"Pulang sama siapa?" Tanya mamaku singkat.

"Sama, Idlan, Ma." Jawabku, juga dengan pernyataan yang singkat.

"Kamu masih sama dia, Nak?"

"Iya, Ma."

"Enggak inget nasehat, Mama?"

"Inget, Ma."

"Yang pertama?"

"Gelap tak mungkin bersatu dengan terang."

"Yang kedua?"

Aku terdiam sejenak, menatap ibuku yang memegang bahuku. Dengan paksa aku melepaskan tangannya, sambil bangkit berdiri aku berkata, "Semua agama itu sama, Ma. Hanya cara menyembahNYA saja yang berbeda!" Bentakku ketus. Mama terdiam.

Dengan kesal aku membanting penting kamar. Aku benci dijejeri pertanyaan sampah seperti itu. Apa salahnya jika aku menjalin hubungan lebih dari teman dengan seseorang yang tidak seagama denganku? Inilah Indonesia, perbedaan harus dianggap sebagai sesuatu yang tak akan pernah bisa disatukan.
***
Seusai ibadah, aku iseng melihat ke celah-celah pintu gereja, ada seorang pria yang sepertinya tengah menunggu seseorang, ia duduk di atas sepeda motornya. Setiap beberapa detik ia selalu melihat ke arah gereja, seakan-akan matanya menyusuri setiap celah-celah kecil gereja itu. Aku seperti mengenal raut wajah pria itu, "Seperti Idlan." Ucapku dalam hati, lirih.

Sekitar pukul 14:00 siang, dengan langkah santai aku meninggalkan tempat ibadahku, gereja. Ternyata benar dugaanku, pria yang sejak tadi bertengger di depan gereja adalah Idlan. Aku mempercepat langkahku, tapi Idlan tetap menghampiriku.

"Zuriel, maaf ya kemarin." Dengan wajah tersipu malu, Idlan menghampiriku.

"Aku selalu memaafkanmu, bahkan sebelum kau meminta maaf." Aku menghentikan langkahku, menatap matanya dan tersenyum sendu saat melihat wajahnya. "Tapi, hubungan kita cukup sampai disini."


Seakan-akan ribuan pedang menghujam Idlan, matanya berair, dia menatapku dengan serius, "Kamu beneran?"

"Ya." Jawabku singkat, sambil mengarahkan pandanganku ke arah lain. Matanya berair, aku tak pernah suka pemandangan itu. Cowok kok sukanya nangis?

"Sesingkat ini?"

"Sesingkat? Hubungan kita sudah satu tahun! Dan, mau tahu hal yang selalu kutahan? Kamu selalu memperlakukanku seperti temanmu bukan kekasihmu. Kamu tidak pernah berusaha menjaga perasaanku. Kamu tak pernah berusaha mentolerir agamaku, maka kamu tidak akan pernah menerima cintaku." Jelasku panjang lebar, membiarkan hatinya teriris.

"Maaf, Riel."

62 comments:

  1. wah, ceritanya terlalu singkat. padahal menarik banget ceritanya :D

    ReplyDelete
  2. yeah..intinya.. adalah..... hahahha.. hebattt.... hebattt....

    ReplyDelete
  3. aku ngerasain kaya gitu sis, katolik - islam, mamahku jg marah terus. untung ini kmrn dikasih konflik jadi bubaran, sebelum makin lama. emang harusnya gak bareng :)

    ReplyDelete
  4. Kurang panjaaang :D

    ReplyDelete
  5. keren siz..
    sangat singkat.. tapi pointnya cukup jelas..

    ReplyDelete
  6. penuh inspirasi...kapan disambung lagi Kak ?
    ada yang minat ttg masa depan agama dan agama masa depan???

    ReplyDelete
  7. semangat kak, pasti ada yang paling baik dari yang terbaik :)

    ReplyDelete
  8. pengalamanku saat ini..tp sulit utk mngakhirinya..tp juga tdk mgkn mnyakiti hati org tua..

    ReplyDelete
  9. Kak dwita,ceritamu kali ini sama persis dengan keadaan yang dilami dengan teman karibku...

    ReplyDelete
  10. haks complicated as it is ... jika saatnya cinta pun harus menyerah kepada keadaan. kalau diteruskan akan tidak elok jika ujung-ujungnya malah menyakiti orang yang mencitai kita lebih dulu

    ReplyDelete
  11. aku punya cerita pribadi yg smp hari ini belum berakhir.

    8thn pacaran dgn sesorg yg sama agamanya ttp ditentang oleh ortu & kakak2 ku smp detik ini.

    menjelang pernikahan kami, sudah lebih dari 20org Pendeta yg ikut campur untuk membantu kami hanya semua pd akhrinya ditentang semua sama klrga ku.

    papa ku jg seorg Pdt yg cukup dipandang & diteladani di t4 saya ttp dgn mslh ini skrg semua menjadi sngat kontradiksi.

    saya sendiri adlh anak bungsu dari 9 saudara yg akan menikah tgl 10 Sep 2011 nanti.
    meski tanpa kehadiran daripada ortu & kakak2 ku.

    tetapi dilain pihak, seluruh om & tante & seluruh jemaat di t4 kami dari bnyk gereja mendukung pernikahan kami ..

    sebuah cerita yg sangat panjang & belum berakhir smp skrg ini .. help us in your prayer .. GB all

    ReplyDelete
  12. menyentuh sekali ceritanya :). Pengalaman yang hampir sama tp bedanya aku yg muslim, kami udah jalan 1thn lebih. tp itulah masalah terbesar kami karena perbedaan

    ReplyDelete
  13. penglaman pribadi kah? kisahku kurang lbih mirip cerita d'atas..:)

    ReplyDelete
  14. lanjutin lagi dong sist :)

    ReplyDelete
  15. menyentuh, same experience but im still have relationship, its very difficult, :'(

    ReplyDelete
  16. Maaf nieh sblum.ny, tanpa mngurangi rasa kagum sya. lho bleh tau nieh pngalaman pribadi yaahh,...??

    crita sngat mnarik :)

    ReplyDelete
  17. salah yak kalo cowok nangis?
    yg gue benci pemikiran kalo udah beda, yaudah pisah. gak ada gunanya untuk coba berubah buat lebih baik.

    tp overall gue suka ceritanya :)

    ReplyDelete
  18. sama seperti yg sering gw bilang, di Indonesia, agama adalah adat. di indonesia, agama adalah warisan orangtua yg paling berharga (versi orangtua).

    jadi bagaimana yang berbeda bisa bersatu kalau orangtua tidak melihat kedalam hati sang anak yang sudah bersatu dengan "teman"nya itu.

    keegoisan soal 'warisan' itu lah yg jadi masalah sih kl menurut gw. udh banyak bgt mungkin pasangan yang hatinya harus hancur krn masalah ini.

    as i am, it may be they just will never be the same after.

    -DonumTheo-

    ps: can i post the story how i got rejected by my love's family?

    ReplyDelete
  19. Cerita yg KERENZZZZ...
    seperti cerita CINTA ku, yg harus terpisah karna PERBEDAAN budaya/kultur.

    bukankah pada dsrNya qta d CIPTAKAN dgn PERBEDAAN...
    SEPERTI Lirik LAGU dr TERE yg berjudul MENGAPA INI YANG TERJADI (coba klian dngarKAN).

    LIRIKnya :
    TIADA YANG SALAH DENGAN PERBEDAAN...
    DAN SEGALA YANG KITA PUNYA
    YANG SALAH HANYALAH SUDUT PANDANG KITA
    YANG MEMBUAT KITA TERPISAH...

    KARNA TAK SEHARUSNYA PERBEDAAN MENJADI JURANG
    BUKANKAH KITA DI CIPTAKAN
    UNTUK DAPAT SALING MELENGKAPI...
    MENGAPA INI YANG TERJADI

    MESTINYA PERBEDAAN BUKAN ALASAN
    UNTUK TAK SALING MEMAHAMI...
    HARUSNYA CINTA BISA MEMBERI JALAN
    TUK SATUKAN SEMUA HARAPAN...

    KARNA TAK SEHARUSNYA PERBEDAAN MENJADI JURANG
    BUKANKAH KITA DI CIPTAKAN
    UNTUK DAPAT SALING MELENGKAPI...
    MENGAPA INI YANG TERJADI

    ReplyDelete
  20. sedikit keinginan si, kl bole saya sama temen - temen mencobanya narasi ini menjadi "short movie" ?

    ReplyDelete
  21. suka..karena tegas untuk mengambil suatu keputusan untuk kebaikan bersama..:)

    ReplyDelete
  22. nice story. but if that's the reality. we have to move on even it tears us apart. :D

    ReplyDelete
  23. Nice story...meski blum terlihat akhirnya...

    tp sis...cerita hampir seluruh keluargaku spt itu...kami keluarga dari 2 agama yg berbeda, tp bagi kami itu jangan dijadikan suatu masalah...karena sampai saat ini keluarga kami saling menghormati satu sama lain.

    ReplyDelete
  24. Inilah Indonesia.. Tak mau mengakui perbedaan.. Cobalah tengok ke UU pernikahan.. Pernikahan didasarkan oleh hukum agama. Padahal semua agama tidak mengijinkan menikah beda agama.. Apa tidak miris ketika kita melihat seseorang berpindah agama karna cinta. Sama saja Tuhan tidak lebih hebat dari pada Cinta dong?obalah tengok ke UU pernikahan.. Pernikahan didasarkan oleh hukum agama. Padahal semua agama tidak mengijinkan menikah beda agama.. Apa tidak miris ketika kita melihat seseorang berpindah agama karna cinta. Sama saja Tuhan tidak lebih hebat dari pada Cinta dong?

    ReplyDelete
  25. entah knp benerbener sukabgt sm posting ini.............senasib kak:(

    ReplyDelete
  26. touched : ')
    now, I am your new followers sista, I hope you'll follow me back thankyou :D

    ReplyDelete
  27. Dwitasariiiiiiii, kamu kalo ngeposting sesuatu bagus banget dhe, kayak novelis yg udah master gitu, keren banget deh aku sukaa.
    Kamu ada gak ngarang buku/novel gitu? Kalo ada apa namanya? Mau doooooong keren nih kamu kalo jadi penulis, hehe buat buku yaa sekali-sekali :D

    ReplyDelete
  28. penulis berbakat lainnya... great job...

    ReplyDelete
  29. Kak dwii how talented you are!
    hope someday you'll be a great author! :D

    ReplyDelete
  30. sad ending love story like mine. In the end of the story just realize that I have much much love toward him. Until now, I still remember him and our relationship. Sometime I ask to God, why He gives us the kind of feeling if it doesn't come true.

    ReplyDelete
  31. bener banget tuh :') sampe sakarang masih ngerasain ini :(

    ReplyDelete
  32. bikin jadi novel aja cerita"nya...disatuin jadi novel...
    kereeeennnn.....

    ReplyDelete
  33. Inspiring. tp aku sm sekali gbs ninggalin dia. susah bgt buat ngelepasnya. walaupun sulit tp aku tetep pertahanin sebisanya

    ReplyDelete
  34. Nice story..
    "Apakah seseorang yang kau cintai harus memeluk agama yang sama denganmu?"
    kalau akau harus wajib sama...

    ReplyDelete
  35. kalau memang tidak akan bersatu, kenapa Tuhan mempertemukan, bukankah Tuhan memberikan yg terbaik buat umatNya? iya kan :)

    ReplyDelete
  36. kak dwita dewanya deh kalo buat cerita kayak gini,,
    yg baca ikutan sedih kak :')

    ReplyDelete
  37. aku suka banget sama ceritanya!! good job!! bikin aku terharuuu :""")
    dan buat aku jadi inget sama mantanku :""(

    ReplyDelete
  38. berkat tulisan kak dwita saya jadi tau gimana nge respon orang orang yang bilang "cantikan pake kerudung"...
    dibilangin gitu nyakitin tau apalagi sama org yg kita sayang

    ReplyDelete
  39. LAKUM DINUKUM WALIYADDIN
    yg artinya : BAGIMU AGAMAMU BAGIKU AGAMAKU

    ReplyDelete
  40. wah..
    ceritana gantung..tpi seru..
    n sama dgn nasib q skrang..
    hnya saja keadaanya yg berbalik..


    :(

    ReplyDelete
  41. Jk keyakinan kepada Tuhan memisahkan sebuah CINTA lalu mengapa Tuhan menganugerahkan CINTA di hati setiap insan ? Cerita yg bagus spt yg sy rasakan, namun sy ttp bertahan dg cinta dan komitmen pernikahan meskipun agama kami berbeda

    ReplyDelete
  42. aku juga smpe skrg islam protestan.aku ngak mau ninggalin Dia dan dia

    ReplyDelete
  43. kisahnya hampir sama denganku..
    aku muslim dan dulu aku berpacaran dengan X yg protestan.. hubungan kami di tentang oleh bundaku dan cicinya
    hubungan kami hanya berjalan tidak lebih dari 3 bulan

    dan sekarang, aku kembali jatuh cinta dengan lelaki protestan, kami memutuskan untuk menjadi teman.. karena bila kami berhubungan lebih dari itu.. pasti tidak akan orang yg setuju dengan hubungan kami itu :""
    sakit rasanya bila kami tidak bisa melanjutkan hubungan lebih dari sekedar teman :""

    ReplyDelete
  44. inikah blog yang menginspirasi film "cinta tapi beda"

    ReplyDelete
  45. Serasa pengen jadi penulis juga, walaupun aku seorang seniman sketsa & desainer grafis~ http://khairulumamalbanjari.blogspot.com

    ReplyDelete
  46. Same with my love story . Bedanya aku yg muslim . Dia yg katholik belum bisa menghormati agamaku . Aku yg lebih bisa menghormati n menghargai agamanya . 6th kita menjalin hubungan dan pada akhirnya , tepat satu bulan yll kita memutuskan untuk berpisah :'')

    ReplyDelete
  47. udah 3tahun aku pacran sama dia. critany bner2 sama. kami jg sring brbcra ttg lnjt k jenjang prnikahan. sampai akhirny, br2 sadar. AIR DAN MINYAK TAKKAN BISA BERSATU, kec.Ada yg MENGALAH. tp kmi msh pcran smpai skrg. :')

    ReplyDelete
  48. Cerita di awal mirip banget sama pengalamanku. Tapi aku belum punya endingnya

    ReplyDelete
  49. Kak, bikin novel tentang cinta beda agama dong :D pasti laku banget deh hehe

    ReplyDelete
  50. Gua juga berpacaran beda agama bahkan berencana untuk menikah . Perbedaan kepercayaan dalam berpacaran emang harus disikapi dngm serius . Bakal banyak perjuangan keras dan tak sdikit harus bnyk air mata yg jatuh . Yg jelas tidak ada yg tak mungkin bersatu jika tuhan menghendakinya mbak :) .

    ReplyDelete
  51. Setuju sist, aku juga ngalamin nih malah udah 4 tahun. Tapi ya kalo memang Tuhan ngga berkenan itu semua ngga bakalan bisa bersatu :')

    ReplyDelete
  52. Aku Katolik dan pernah menjalin hubungan serius dengan Pria Muslim. Apa mau dikata, karna perbedaan itu kami harus berpisah karna keluarga menentang keras hubungan kami. :')

    ReplyDelete