Pages

August 8, 2011

Terbiasa Kau Sakiti?

Reactions: 
"Entah mengapa, perlakuan kasarmu masih terlihat lemah lembut di mataku."

Aku selalu kehilangan kamu, lalu kembali menemukanmu. Maksudku, apakah kamu tak bisa benar-benar tetap tinggal? Sehingga saat aku membutuhkanmu maka aku tak perlu lagi mencarimu, maka aku tak perlu lagi repot-repot menunggumu untuk meninggalkan kesibukanmu.

Aku selalu bersabar dengan sikap dan tindakanmu, ketika kamu bahkan tak pernah ada disaat seseorang bertanya siapa seseorang yang menjadi sandaran hatiku saat ini. Aku selalu menunggumu ketika kamu bahkan tak akan kembali hari itu. Sebegitu tak berhargakah aku di matamu? Sebegitu tak bernilaikah aku di hidupmu?

Aku tidak pernah berkata BOSAN dan MALAS dengan sikapmu. Aku tak pernah berkata LELAH dengan semua perlakuanmu. Tapi, mengapa kauselalu berkata BOSAN, MALAS, dan LELAH dengan sikapku? Apakah dari semua kesabaran dan keikhlasanku ada hal tersembunyi yang membuatmu resah dan risih? Yang membuatmu tak ingin ditunggu dan tak ingin diharapkan lagi. Aku hanya ingin meminta sedikit saja pengertianmu, sedikit saja perhatianmu agar kautetap menganggapku ada, seperti aku yang selalu menganggapmu ada.

Aku tahu, mungkin kesibukanmu telah mengubah cara berpikirmu, yang juga ikut mengubah perasaanmu. Mungkin, kamu tidak lagi mengharapkanku seperti dulu. Mungkin, aku bukan siapa-siapa lagi di hatimu. Dan, kemungkinan yang tidak pernah ingin kuketahui bahwa kamu tak ingin lagi diingatkan agar tidak telat makan olehku, bahwa kamu tak ingin lagi diperhatikan kesehatannya serta pola makannya olehku, bahwa kamu tak ingin lagi membagi semua kesedihan dan kebahagiaanmu untukku satu-satunya.

Ternyata, kata BOSAN itu sangat berpengaruh dalam suatu hubungan, seiring berjalannya waktu, seiring dengan datangnya orang-orang baru di lingkunganmu sehingga sedikit demi sedikit mereka telah menggantikan tugas wajibku untuk memerhatikan dan mencoba mengerti keinginanmu. Kamu yang sekarang, kamu yang telah berubah, kamu yang tak lagi aku kenal.

Tahukah kamu bahwa aku masih saja meminta Tuhan agar terus menjagamu? Tahukah kamu bahwa aku berkali-kali mengucap namamu dalam setiap doaku?  Meskipun berkali-kali Tuhan memperingatkan bahwa "kasih itu lemah lembut" tapi entah mengapa semua perlakuan kasarmu menjadi sesuatu yang masih terlihat lemah lembut dimataku. Entah karena hatiku yang mulai buta, atau karena aku yang terlalu terbiasa kausakiti.

38 comments:

  1. itu karena cinta buta... haduhh....
    persis bgt sama apa yg gw rasain...
    ckckck

    ReplyDelete
  2. huaaaaaaahh aku banget sekarang ini :(

    ReplyDelete
  3. sumpah aku lgi ngehadepin ini sekarang

    ReplyDelete
  4. waow, sweet dan deep. pas banget kayak pengalaman pribadiku sama mantan :(

    ReplyDelete
  5. huwaa bagus :'( kasih itu lemah lembut, terkadang aku juga lagi merasakan itu. :( sakit bgd ya

    ReplyDelete
  6. persis sperti kisahq dan si mantan..
    huuft.. sedih bgt rasanya bacanya...

    ReplyDelete
  7. apik apik ... aku suka ini ,,, saat ini yang kurasakan "Entah karena hatiku yang mulai buta, atau karena aku yang terlalu terbiasa kau sakiti"

    ReplyDelete
  8. wih sama, aku banget dah :')
    qm yang sabar...sabar..sabar aja ya

    ReplyDelete
  9. ceritanya sm bgd..
    huaaahh..
    kereenn critanya

    ReplyDelete
  10. huaaa..persis bgt sm apa yg gue rasain..cinta bener2 buta...>,<

    ReplyDelete
  11. aku banget kakak :'(( kakak hebat!

    ReplyDelete
  12. nyes *jleb... aku ke sekian orang yg ngalamin hal serupa :''''''

    ReplyDelete
  13. ngena banget kak, semua orang pasti ngalamin :'(

    ReplyDelete
  14. Aku nggak bisa membendung airmata ini stelah membacanya..
    Sm persis sperti apa yg aku rasain..

    ReplyDelete
  15. Sedang merasakan...
    Pacaran jarak jauh w fikir bsa kuat, w bsa ko, karena w kenal dya cukup lama....
    berharap komunikasi dan sikap jujur bsa nguatin smuanya...
    miris perasaan y dtulis mba dwi bwt smuanya fakta bwt ak :)

    ReplyDelete
  16. Sumpah nyesek baca ini. Ini yg sedang aku rasain saat ini :')

    ReplyDelete
  17. sering aku merasakan seperti ini, namun dia slalu kembali dan sadar bahwa aku berharga untuknya :')

    ReplyDelete
  18. Apa memang sudah terlalu buta untuk menerobos belenggu lemah lembut yg demikian?

    ReplyDelete
  19. demi apa gue nangis bacanya. keadaan gue banget nih;'']

    ReplyDelete
  20. Ini beneran deh gue banget ka :" bacanya bikin mewek ! gilaa keren bangeet tulisan kakak :")

    ReplyDelete
  21. lagi ngalamin banget cerita ini :')

    ReplyDelete
  22. kaaaaaaaaak!! aku bangett ini kaaaakk!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  23. Critaku banget yg lagi Ku alami hati ini

    ReplyDelete