12 August 2012

Selanjutnya Kita...

Malam ini, semua tampak lebih berwarna. Aku sudah melakukan banyak hal sendirian, melatih kemandirian. Mungkin, kamu akan terkejut melihat perubahanku, kamu akan menggeleng lebih lama sambil mengamati gerak-gerikku, aku sudah berbeda sekarang. Atau kalau boleh dibilang, bukan hanya aku, kamu juga berbeda sekarang. Seiring waktu berjalan, semua berubah tanpa persetujuan kita. Tiba-tiba saja aku sudah menjadi seperti ini dan kamu sudah tak lagi di sini.

Akhirnya, ya memang akhirnya, karena tak ada lagi yang akan terulang. Hari-hari yang dulu aku dan kamu lalui seperti gelembung basah yang sangat mudah pecah. Realita berbicara lebih banyak, sementara aku dilarang untuk bermimpi terlalu jauh, apalagi mengharap semua yang telah terjadi bisa terulang kembali. Jika dulu kita begitu manis, entah mengapa sekarang berubah jadi miris. Memang hanya persepsiku saja yang melebih-lebihkan segalanya, mengingat perpisahan kita terjadi tanpa sebab, sulit ditebak, sampai aku muak mencari-cari yang kurasa tak pernah hilang.

Begitu banyak mimpi yang ingin kita wujudkan, kita ceritakan dengan sangat rapi dalam setiap bisikan malam, adakah peristiwa itu tersimpan dalam ingatanmu? Aku berusaha menerima, kita semakin dewasa dan semakin berubah dan segala. Tapi, salahkah jika kuinginkan kamu duduk di sini, mendekapku sebentar dan kembali menceritakan mimpi-mimpi kita yang lebih dulu rapuh sebelum sempat terwujudkan?

Aku sudah berusaha untuk bernapas tanpamu, nampaknya semua berhasil dan berjalan dengan baik-baik saja. Tapi, di luar dugaanku, setiap malam-malam begini, kamu sering kembali dalam ingatan, berkeliaran. Pikiranku masih ingin menjadikanmu sebagai topik utama, dan hatiku masih mau membiarkanmu berdiam lama-lama di sana. Aneh memang jika aku sering memikirkan kamu yang tak pernah memikirkanku. Menyakitkan memang jika harus terus mendewakan kenangan hanya karena masa lalu terlalu kuat untuk dihancurkan.

Beginilah kita sekarang, Cina. Tak lagi saling bersapa, tak lagi saling bertukar kabar. Semua seperti dulu, ketika kita tak saling mengenal, segalanya terasa asing. Kosong. Apapun yang kita lakukan dulu seperti terhapus begitu saja oleh masa, hari berganti minggu, minggu segera beranjak menuju bulan, sejak saat itu juga jantung kita tak lagi mendenyutkan rasa yang sama. 

Dengarkan aku, Cina. Inilah kita yang sekarang, berusaha melupakan yang disebut kenangan. Berusaha melawan ketakutan yang disebabkan perpisahan. Siapapun yang lebih dulu melupakan tak menjamin semua akan benar-benar hilang. 

Kalau ada waktu, sering-sering cerita tentang Bagaskara, Lintang, Langit dan Laut yang pernah hidup dalam cerita kita dulu. Sudah sebesar apa mereka? Siapa yang merawat mereka?

Aku punya kejutan untukmu, sekarang aku sudah jadi mahasiswa di universitas yang selalu kuceritakan padamu. Adakah kejutan yang akan kautunjukkan padaku, selain cerita tentang pacar barumu?

31 comments:

  1. selalu menyentuh deh setiap postingannya :)

    ReplyDelete
  2. aku sudah berusaha untuk bernafas tanpa mu :)

    keren mbak kata-katanya , keep wrote mbak . tetap semangat menggebu-gebukan perasaan para remaja :)

    ReplyDelete
  3. postingannya selalu assik nih, menyentuh perasaan :)

    ReplyDelete
  4. Keren banget , andai aku bisa jadi penulis kaya kamu , semua yang aku rasain bakalan kutuangin .ϑî kaya ginian , apa yg kamu rasain hampir sama kaya yg aku rasain , :) good job :D.
    @febrRizky <---

    ReplyDelete
  5. Sumpah cerita ini w alami banget sekarang,,

    ReplyDelete
  6. kayaknya semua postingan kakak ttg "cina" itu realita kehidupan kakak deh, soalnya ngena bgt.
    mampir keblog aku ya kak
    sabrinaokaa.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. pengen belajar banyak dari kaka :)

    ReplyDelete
  8. Gila.. Good job deh ceritanya, bagus beeud!!!

    ReplyDelete
  9. terus menulis ya kak , sangat menginspirasi :)

    ReplyDelete
  10. Chinaku alfred, baca nih. Dwita lagi ceritain tentang kita juga.

    from si jawa :')

    ReplyDelete
  11. Kereeeen sama persis kaya pengalaman aku:''''')

    ReplyDelete
  12. Ceritanya persis bgt kaya kehidupan aku ka:'''')

    ReplyDelete
  13. "Jika dulu kita begitu manis , entah mengapa sekarang berubah menjadi miris "
    Nyentuh bgt kata*nya kaak T_T

    ReplyDelete
  14. sumpah ini pas banget sama aku sekarang aaa:'''''''''''''''(

    ReplyDelete
  15. That's my situation, everything.
    Why ur everything you write almost same with me.

    ReplyDelete
  16. ngenak banget tuh ceritanya.. :D

    ReplyDelete