Laman

11 September 2012

Cintaku, Cintamu, Beda!

Reaksi: 
Saya hanya mampu menepuk bahunya berkali-kali dan hanya mampu mengucapkan kata “sabar”. Matanya sudah bengkak, wajahnya tak lagi bersinar seperti saat ia baru datang untuk menceritakan segalanya pada saya. Raut wajah itu menggambarkan luka yang tidak dapat lagi dibahasakan melalui frasa-frasa kata. Dan, melalui ceritanya; baru kali ini saya bisa merasakan, sakitnya mencintai hanya karena dibatasi oleh perbedaan.

Padahal, wanita ini punya alasan untuk selalu tersenyum dan bahagia. Wajahnya bagaikan pahatan sempurna jemari Tuhan, percampuran darah Jawa dan Padang. Zodiaknya Leo, saya percaya dia wanita yang tangguh. Boleh dibilang selain tangguh, dia juga nekad, begitu saja meninggalkan kota Padang demi mengejar cita-citanya untuk menjadi penari. Dia sangat jatuh cinta pada dunia tari. Tari layaknya napas yang mendenyutkan peredaran darahnya hingga saat ini. Ia berasal dari keluarga yang sangat menyayanginya, menjadi anak ketiga dari empat bersaudara adalah cara Tuhan mengajarinya banyak hal, salah satunya - CINTA!

Berbagai peristiwa membuka matanya, sampai pada akhirnya ia bertemu seorang pria; pria yang mengajarinya banyak hal dengan cara yang tak biasa. Mereka saling bertatapan ketika wanita ini sedang berusaha meredam rasa demam panggungnya sebelum pentas tari. Pertemuan mereka tidak terencana, seakan-akan dunia sengaja berkonspirasi untuk menjebak mereka dalam sebuah ilusi nyata, lalu terciptalah pertemuan absurd. Sulit dijelaskan, bagaimana pertemuan nyata bisa mengubah cara pandang seseorang. Dan, ternyata tanpa mereka minta, jemari hangat cinta telah meremas hati mereka yang beku. Cinta datang dengan tiba-tiba, senyata-nyatanya, seada-adanya... begitu saja.

Pria ini adalah seorang juru masak, dan wanita yang kudengarkan ceritanya tadi sangat jatuh cinta pada setiap masakan yang dihasilkan jemari sang pria. Cinta semakin mengambil alih, mereka sama-sama larut dalam kebahagiaan yang tak lagi terhitung. Hanya ada senyuman tulus yang mengalir dalam setiap detik kebersamaan mereka. Cinta telah membuat jiwa mereka seakan-akan berada di Taman Firdaus, tapi kenyataan hanya bisa membuat mereka seakan terusir dari keindahan dan kemegahan Taman Firdaus. Lagi dan lagi, karena perbedaan. Perbedaan macam apa yang bisa merenggut semua kebahagiaan seseorang?

Wanita ini sedang memanggil Tuhan, menyebut nama Tuhan seperti biasa, sambil melipat tangan dan salib Yesus yang melingkar di lehernya seakan turut meremas segala kecemasan yang bergumul dalam hatinya. Pria ini sedang bersujud, mengajak Tuhan berbicara dengan bahasa yang berbeda, terjadi percakapan sederhana dengan bulir air mata. Segalanya berbeda, tapi cinta membuatnya menyatu. Segalanya tak mungkin disatukan, tapi cinta membuat dua orang berjuang bahkan untuk hal yang mustahil sekalipun.

Awalnya, mereka memang masih berproses untuk menerima dan menormalkan segalanya agar tak terlihat seperti masalah besar. Perbedaan di antara mereka seringkali dijadikan bahan candaan, juga kadang dijadikan sebagai bahan perenungan.

“Menurut kamu, hubungan kita ini akan berakhir manis apa enggak?” tanya wanita ini, dengan wajah penasaran dan tatapan minta diberi penjelasan.

Lama sekali pria ini berpikir.  Ia tak mau terlihat rapuh di depan orang yang ia cintai. “Yakinlah berhasil. Karena pikiran kita akan menuntun pada keberhasilan itu,” ucap pria ini mantap.

“Tapi dalam sejarah, karena keyakinan kita berbeda membuat hubungan ini tidak mudah.” terdengar nada keraguan dari bibir sang wanita. “Pasti ada yang terluka. Padahal cinta harusnya membahagiakan.”

Bagi saya, mereka terlalu manis juga terlalu romantis. Di mata saya, mereka adalah sosok pasangan yang sangat kuat. Mereka berusaha membuktikan pada dunia bahwa mereka hanya jatuh cinta, bukan berzinah layaknya ungkapan orang-orang yang sok ahli dalam bidang agama. Perjuangan mereka menemukan banyak kerikil dan tikungan tajam, air mata dan tawa bergantian menggores bibir. Dan, cinta... membuat mereka percaya, tak ada yang sia-sia jika mereka masih ingin berusaha.
                                                                                                                   
Dalam canda, wanita ini sering menggoda sang pria. “Kamu harus bisa masakin keluargaku babi rica. Enak lho! Kamu harus mencoba”.

“Kalau kamu makan babi rica aku akan temani, tapi nggak akan aku memakan makanan itu”.
Seloroh pria itu dengan candaan yang tak kalah lucu. Dan, mereka tertawa lepas. Masih bisa tertawa bahkan dalam kekhawatiran mereka.

Semua masih bercerita tentang bahagia, bahagia, dan bahagia. Mereka masih bisa menertawakan perbedaan yang terjadi di antara mereka. Mereka tak ingin mengungkit luka yang sebenarnya perlahan-lahan sudah tergores; sejak mereka tahu perbedaan tak mudah untuk diperjuangkan.

Dan, apakah hanya untuk bahagia, mereka perlu meninggalkan Tuhan dan menutup telinga terhadap perkataan orang?

Untuk teman saya yang belum berani saya sebutkan namanya
Kuatlah, Teman...
Mereka yang di luar sana tak pernah tahu apa yang kaurasakan
Mereka mencibirmu, memakimu, dan menghakimimu
Karena mereka tak pernah tahu... siapa dirimu sebenarnya.

85 komentar:

  1. "Apakah hanya untuk bahagia, mereka perlu meninggalkan Tuhan dan menutup telinga terhadap perkataan orang?"

    Pertanyaan yg sama yg terus"an menari" dkepala.. :'(

    BalasHapus
  2. dan kami meninggalkan cinta demi Tuhan :'( dengan keyakinan Tuhan berikan bahagia yang nyata dengan sedikit luka seperti sekarang

    BalasHapus
  3. Aku juga pernah mengalami hal yang seperti ini. Tapi akhirnya sangat menyedihkan.. Untunglah setelah melewati masa2 galau tragis, akhirnya sekarang aku udah terbiasa hidup tanpa dia. Walaupun belum dan rasanya gak akan pernah lupa :') *kok jadi curhat -_-

    BalasHapus
  4. ketika semua yg ada berubah menjadi semakin membimbang
    ketika keyakinan itu ada namun keraguan diam-diam mengikuti

    BalasHapus
  5. bukan untuk bahagia tapi untuk cinta :)

    BalasHapus
  6. JANGAN meninggalkan Tuhan..Cinta dalam perbedaan ini hanya kesemuan..tak kah kau pahami Cinta yang lebih abadi dan Hakiki ??!

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantab.. karena dengan meninggalkan Tuhan tak ada kebahagiaan.

      Hapus
  7. cinta itu muncul dari perbedaan, dan cinta itu menyatukan perbedaan :)

    BalasHapus
  8. harus ada yang berkorban... kelah yang akan memimpin keluarga adalah sang pria.. maka ikuti pemimpin keluarga mu... nangis.. :'(

    BalasHapus
  9. Numpang baca ah ,tapi mataku gak netes hehehe ...
    Tapi salut dgn postingannya menarik sekali .

    BalasHapus
  10. cukup terharu dan sangat miris~

    BalasHapus
  11. kereeeeeen.
    standing applause rame rame yok!

    BalasHapus
  12. kok sakit ya bacanya... :'( ini yg aku alami saat ini,& lagi menggunakan waktu sebaik2nya selagi masih bersama.sebelum dipisahkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. berjuang jangan sampai terpisah yaaa.....^^

      Hapus
  13. Aku suka gaya penyampaian tulisan mu, ajiib

    BalasHapus
  14. terima kasih tulisannya :D Saya mengalaminya. Dan barusaja hancur karenanya. Saya harap teman kamu di cerita ini tidak perlu merasakan kehancuran karena pebedaan yg saya rasakan. Semoga mereka menemukan jalan mencapai kebahagiaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem dengan Gita, semoga mereka bisa bersatu di perkawinan.

      Hapus
  15. ini bagus. ini aku. ini inspirasi kak, trimakasih :"

    BalasHapus
  16. wah harus bilang "wow" ni, 2 jempol saya acungin deh :)

    BalasHapus
  17. Nicee banget kak :') terharu deh bacanya u,u

    BalasHapus
  18. Aku pernah mengalaminya dan terpaksa berpisah :'(
    http://cuapcuapnurul.blogspot.com/2012/09/you-and-i-without-us.html

    BalasHapus
  19. Diam
    Lalu mulai merasa haru
    nangis

    okeey, saya mengalami hal yang sama. Tapi tidak persis juga sieh.

    Salam

    BalasHapus
  20. saya selalu mengagumi setiap abjad yang terangkai di dalam cerita ini , semuanya sekan nyata dan membuat imajinasi saya meledak , seakan saya sendiri yang menjadi peran utama dalam cerita2 itu , its amazing right?

    BalasHapus
  21. terima kasi kaka tulisannya bagus cewe gw (pacar apa bukan gw gatau) dia suka blog kaka terharu katanya semoga aja dia liat komen ini amin

    BalasHapus
  22. jd nangis lgii ingat ma yg gw alami,,tpi akhir'y dy pergi

    BalasHapus
  23. ane putus sama pacar ane karena perbedaan agaman T_T
    wlaupun udh putus
    miss u amalia lutfia amini :)
    smoga lu baca ya komen ini amel :)
    gw masi sayang ama lu... :*
    pieter...

    BalasHapus
  24. sedang merasakannya sekarang :')

    BalasHapus
  25. aku sedang merasakan pacaran beda agama :')
    aku sayang Uli :*

    BalasHapus
  26. Tuhan, tak seujung kukupun aku berfikir untuk meninggalkan-Mu demi manusia, baik karena perasaanku maupun ancamannya.... Perpisahan itu menyakitkan... Love you Rikki.

    BalasHapus
  27. seriously sad story :") ngena banget ceritanya :")

    BalasHapus
  28. my story, tapi aku selalu percaya .
    TUHAN AKAN SATUKAN KAMI :')
    seberat apapun rintangan akan aku lalui :')

    BalasHapus
  29. ga tahan,,banyak tisu berserakan di kamar
    nangis teruss,,,inget kisah aku yang kaya gini,,,,

    BalasHapus
  30. ini saat sedang saya alami saat ini =(

    BalasHapus
  31. lebih baik melepas cinta dibandingkan harus melepas Tuhan.

    BalasHapus
  32. Aku sedang mengalaminya sekarang. Perbedaan yg slalu menjadi sumber keraguan akankah ini berakhir bahagia atau hanya menggores luka mendalam.

    Aku tak berniat meninggalkan.Nya,aku bersujud di hadapan.Nya meminta kepastian terbaik akan kisahku. Semua takkan mudah,aku berharap kami mampu melaluinya.
    "Apa yang di persatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia." Bukankah begitu?

    BalasHapus
  33. Seperti apa yang aku alami..

    BalasHapus
  34. bagi yang mengalaminya pasti mengerti rasanya..
    mereka diluar sana mungkin tau rasanya..tapi mereka tidak mengerti...
    hanya kita yang mengerti..
    selamat berjuang semuanyaa...

    BalasHapus
  35. yang merasakan hanya yang mengalaminya memang,saya merasakan persis seperti yang ada di cerita,saya membaca ini bersama pasangan saya di sekolah,kuatkan diri membaca bersama akhirnya air mata ga bisa berbohong :) saya berharap semua akan baik baik saja,saya percaya bahwa perbedaan itulah yang akan melengkapi satu sama lain :)

    BalasHapus
  36. baru pernah ngrasain hubungan ky gini...tp dia udah pernah njalani ky gini dgn masa lalu nya...rasane jleb sekali

    BalasHapus
  37. Pilihannya hanya 2, TINGGALKAN kekasihmu yang berbeda atau kelak kau yang akan TINGGALKAN Tuhan-Mu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa harus tinggalkan Tuhan? Bukankah yang berbeda itu sama-sama berTuhan?

      Hapus
  38. apa cinta dengan perbedaan akan mempunyai ending yang bahagia? atau akan tetap dipisahkan oleh tembok besar nan menjulang? #galau nih kak

    BalasHapus
  39. ini cerita buat aq inget lagu marcel peri cinta

    BalasHapus
  40. tuhan memberikan cinta kepada umat,tetapi mengap cinta yang di berikan tuhan menjadi perbedaan di antara kita? siapa yang salah?

    BalasHapus
  41. Setelah baca gue langsung renungin, iya Tuhan tidak mungkin kita tinggalkan, tapi apakah Tuhan akan terus menyatukan kami dalam sebuah perbedaan ini? tidak mungkin kita menyalakan-Nya bukan?

    BalasHapus
  42. saya salah satu dari mereka yang mengalami ini..
    dan pada akhirnya kami menyerah dan mengakhir semuanya..
    dan sampai sekarangpun belum ada jawaban pasti yang meyakinkan saya mengapa cinta dalam dua keyakian berbeda itu dilarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkinkah ada dua landasan yang berbeda ketika kamu membangun sebuah hubungan?

      Hapus
  43. Saya tidak akan pernah meninggalkan Tuhan karna Cinta. Tp saya juga tidak akan pernah meninggalkan Cinta karna Tuhan.

    BalasHapus
  44. cinta tak hanya mengandalkan perasaan, tapi juga akal sehat. cinta membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. jika hanya mengingkan kebahagiaan di dunia itu bukan cinta tapi nafsu. ada cinta yang lebih berharga daripada kekasih yaitu kasih sayang tuhan dengan ajaran agamanya dan keluarga dengan pengorbanan dan kasih sayangnya.

    di tulisan ini paling gak suka ada tulisan:
    "Mereka berusaha membuktikan pada dunia bahwa mereka hanya jatuh cinta, bukan berzina layaknya ungkapan orang-orang yang sok ahli dalam bidang agama."
    saya bukan ahli agama, tapi seperti itulah yang saya tahu dari ajaran agama dan tuhan saya. mereka bukannya sok ahli agama mbak,, tapi itu firman yang ada dalam ajaran agama.

    trims. mohon maaf bila ada kata2 yang tidak berkenan. setidaknya itulah yang ada dalam pikiran saya.

    BalasHapus
  45. yang pasti..TUHAN tidak akan pernah salah, tapi kitalah yg selalu menyalani-NYA. cinta, janji dan perkataan TUHAN lebih pasti.

    BalasHapus
  46. apa yang dipersatukan Tuhan, tidak dapat dipisahkan manusia..
    apa yang dipisahkan manusia, dapat dipersatukan Tuhan..

    Trust it!

    BalasHapus
  47. aku memintanya pergi mengejar apa yang dia mau..
    namun aku memintanya untuk tetap tinggal.. sebenarnya..
    kita berbeda.. namun kita sama.. itu yang aku tau..

    BalasHapus
  48. cerita temanmu sama seperti ceritaku. bertemu, merasakan kenyamanan dan akhirnya saling jatuh cinta dan saling berjuang meski kesakitan dan akhirnya kita hanya bisa berharap waktu yang menjawabnya :'))

    BalasHapus
  49. it is meeeh!! bertemu tanpa di sengaja semua mengalir lebih dari 4 tahun, semua indah kecuali 1 perbedaan yang sebenarnya ga salah tp selalu dipermasalahkan.cinta yang seharusnya membahagiakan dan agama yang mendamaikan tapi kenapa memberi kesakitan.

    BalasHapus
  50. bukankah cinta itu Tuhan ,:')
    sy meninggalkan dia demi keluarga dan tuhanku ..

    BalasHapus
  51. bahkan saat sedih mereka masih bisa membangun sebuah tawa kebersamaan, benar-benar cerita yang bagus :)
    sangat menyentuh jiwa dan hati akan sebuah perjuangan cinta di antara banyak halangan yang mereka berdua temui, dan lebih hebat lagi mereka masih percaya akan agamanya yang kuat! semoga orang dalam cerita ini dapat berjuang dan mampu menemukan jawaban atas perjuangannya :)

    BalasHapus
  52. Sakit bacanya..
    Kecewa karna perbedaan yg kami alami, tp kami akn tetap mengutamakan Tuhan. :')

    BalasHapus
  53. cinta takkan bahagia tanpa Tuhan,dan cinta butuh perjuangan .. berjuang lah teman :)

    BalasHapus
  54. Tuhan ngga pernah salah 0:)
    kita yang salah, sudah tau teori akhirnya bakal seperti ini, kenapa masih di coba? dan terus dijalan kan?
    keluarga ngga akan mungkin kan berjalan di dua perahu :"
    susah memang menahan ego hati :"
    bodoh ya aku menyakiti diriku sendiri.
    Kisah ini cukup mengorek luka lama :")

    BalasHapus
  55. nice post :) harus nya jangan diteruskan. karna agama itu ga main2. :)

    BalasHapus
  56. kalau aku muslim dan hindu.....tapi harus berakhir...
    dan betul2 menyakitkan....

    BalasHapus
  57. Pernah alami itu. Masa lalu :')

    BalasHapus
  58. Tuhan kita tau apa yang terbaik untuk kita :)

    BalasHapus
  59. Tuhan yang mempertemukan, Tuhan yang menentukan..
    bener2 netes air mata aku.. semoga ada jalan keluar untuk para pasangan yang berbeda dalam segalanya :') amin...

    BalasHapus
  60. Sungguh terharu bacanya.aku jg sm bgt.memang bgt berat cobaan yg dihadapi,sungguh2 luar biasa u memperjuangkan cinta diantra adny perbedaan diantra qtha,sll berusaha semaksimak mgkn msk pd akhirya hrs terpisah krn qtha tdk bs mngglkn tuhan qtha masing2.

    BalasHapus
  61. Kita ga pernah memilih untuk SANGAT-SANGAT saling mencintai dgn orang yg berbeda keyakinan dgn kita, tetep semangat :')

    BalasHapus
  62. Ini gue bgt :'(
    belum ada masalah sih, tp kyknya bentar lagi masalah perbedaan itu akan datang :'(
    dan klo pun itu akan datang, gue bkl tetep milih Tuhan Yesus :'(

    BalasHapus