Pages

September 1, 2012

Satu Tahun. Tanpamu.

Reactions: 
Aku terbangun seperti biasa. Menatap handphone beberapa lama lalu melirik diam-diam ke arah jam. Menatap langit-langit kamar yang sama. Letak lemari, meja belajar, dan rak buku juga masih sama. Tak ada yang berbeda di sini. Aku masih bernapas, jantungku masih berdetak, dan denyut nadiku masih bekerja dengan normal. Memang, semua terlihat mengalir dan bergerak seperti biasa, tapi apakah yang terlihat oleh mata benar-benar sama dengan yang dirasakan oleh hati?

Mataku berkunang-kunang, pagi tadi memang sangat dingin. Aku menarik selimut dan membiarkan wajahku tenggelam di sana. Dan, tetap saja tak kutemukan kehangatan, tetap mengigil— aku sendirian. Dengan kenangan yang masih menempel dalam sudut-sudut luas otak, seakan membekukan kinerja hati. Aku berharap semua hanya mimpi, dan ada seseorang yang secara sukarela membangunkanku atau menampar wajahku dengan sangat keras. Sungguh, aku ingin tersadar dari bayang-bayang yang terlalu sering kukejar. Sekali lagi, aku masih sendiri, bermain dengan masa lalu yang sebenarnya tak pernah ingin kuingat lagi.

Sudah tanggal 1. Seberapa pentingkah tanggal satu? Ya... memang tidak penting bagi siapapun yang tak mengalami hal spesial di tanggal satu. Kita masuk ke bulan September. Bulan yang baru. Harapan baru. Mimpi yang baru. Cita-cita baru. Juga kadang, tak ada yang baru. Aku hanya ingin kautahu, tak semua yang baru menjamin kebahagiaan. Dan, tak semua yang disebut masa lalu akan menghasilkan air mata. Aku begitu yakin pada hal itu, sampai pada akhirnya aku tahu rasanya perpisahan. Aku tahu rasanya melepaskan diri dari segala hal yang sebenarnya tak pernah ingin kutinggalkan. Aku semakin tahu, masa lalu setidaknya selalu jadi sebab. Kamu, yang dulu kumiliki tak lagi bisa kugenggam dengan jemari.

Kita berpisah, tanpa alasan yang jelas, tanpa diskusi dan interupsi. Iya, berpisah, begitu saja. Seakan-akan semua hanyalah masalah sepele, bisa begitu mudah disentil oleh satu hentakkan kecil. Sangat mudah, sampai aku tak benar-benar mengerti, apakah kita memang telah benar-benar berpisah? Atau dulu, sebenarnya kita tak punya keterikatan apa-apa. Hanya saja aku dan kamu senang mendengungkan rasa yang sama, cinta yang dulu kita bela begitu manis berbisik. Lirih... dingin... memesona... Segala yang semu menggoda aku dan kamu, kemudian menyatulah kita, dalam rasa (yang katanya) cinta.

Aku mulai berani melewati banyak hal bersamamu. Kita habiskan waktu, dengan langkah yang sama, dengan denyut yang tak berbeda, begitu seirama... tanpa cela, tanpa cacat. Sempurna. Dan, aku bahagia. Bahagia? Benarkah aku dan kamu pernah merasa bahagia? Jika iya, mengapa kita memilih perpisahan sebagai jalan? Jika bahagia adalah jawaban, mengapa aku dan kamu masih sering bertanya-tanya? Pada Tuhan, pada manusia lainnya, dan pada hati kita sendiri. Kenapa harus kau ubah mimpi menjadi api? Mengapa kau ubah pelangi menjadi bui? Mengapa harus kauciptakkan luka, jika selama ini kaumerasa kita telah sampai di puncak bahagia?

Kegelisahanku meningkat, ketika aku memikirkanmu, ketika aku memikirkan pola makanmu, juga kesehatanmu. Aku bahkan masih mengkhawatirkanmu, masih diam-diam mencari tahu kabarmu, dan aku masih merasa sakit jika tahu sudah ada yang lain, yang mengisi kekosongan hatimu. Seharusnya, aku tak perlu merasa seperti itu, karena kau masa lalu, karena kita tak terikat apa-apa lagi. Benar, akulah yang bodoh, yang tak memutuskan diri untuk segera berhenti. Aku masih berjalan, terus berjalan, dengan penutup mata yang tak ingin kubuka. Semuanya gelap, tanpamu... kosong.

Ternyata, hari berlalu dengan sangat cepat. Sudah setahun, dan sudah tak terhitung lagi berapa frasa kata yang terucap untukmu di dalam doa. Salahku, yang terlalu perasa. Salahku, yang mengartikan segalanya dengan sangat berani. Kupikir, dengan ikuti aturanku, semua akan semakin sempurna. Lagi dan lagi, aku salah, dan kamu memilih untuk pergi. Ini juga salahku, karena tak mengunci langkahmu ketika ingin menjauh.

Setelah perpisahan itu, hari-hari yang kulalui masih sama. Aku masih mengerjakan rutinitasku. Dan, aku mulai berusaha mencari penggantimu. Mereka berlalu-lalang, datang dan pergi, ada yang diam berlama-lama, ada yang hanya ingin singgah. Semua berotasi, berputar, dan berganti. Namun, tak ada lagi yang sama, kali ini semua berbeda. Tak ada kamu yang dulu, tak ada kita yang dulu. Ya, kenangan berasal dari masa lalu tapi tetap punya tempat tersendiri di hati yang sedang bergerak ke masa depan.

Hidupku tak lagi sama, dan aku masih berjuang untuk melupakan sosokmu yang tak lagi terengkuh oleh pelukkan. Padahal, aku masih jalani hari yang sama, aku masih menjadi diriku, dan jiwaku masih lekat dengan tubuhku. Tapi, masih ada yang kurang dan berbeda. Kesunyian ini bernama... tanpamu.

Jika jemari ditakdirkan untuk menghapus air mata, mengapa kali ini aku menghapus air mataku sendiri? Di manakah jemarimu saat tak bisa kauhapuskan air mataku?

1 September 2011-1September 2012
Selamat (gagal) satu tahun.
Jika kau rindukan kita yang dulu, aku pun juga begitu

99 comments:

  1. aku juga memiliki kisah yg seperti ini,sakit ketika tau telah ada wanita lain yg memenuhi hari"nya,namun dalam hati...aku masih meyakini,masih tersisa ruang kosong di otaknya untuk memikirkan aku juga...
    #thisonesobeautifull

    ReplyDelete
  2. Perbedaan yang berbeda. kamu satu tahun, aku 2 bulan tanpanya:')

    ReplyDelete
  3. kak... kali ini anda gak bisa berhenti nanges dengarnya... kenapa bisa sama...sama persis kak... ;( boleh anda share..?

    ReplyDelete
  4. Seperti kisah ku, menyakitkan! Tapi harus bagaimana lagi? Hiks..

    ReplyDelete
  5. tepat selisih 1 satu bulan 1 hari sama aku,,,, dan mengalami hal yang sama,,,,diputuskan tiba-tiba,,,tapi semua itu sudah menjadi masa lalu,,, dan aku mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik,,,
    Nice story n poem....

    ReplyDelete
  6. saya banget 3-|tp sy baru sebulan tnpa dia dan rasanya cukup menyakitkan

    ReplyDelete
  7. .y ampun sma bgt, mskipun brpisah tp msh brharap

    ReplyDelete
  8. persis. ya tapi itu hanya masa lalu dan insyaallah tdk untuk kembali :)

    ReplyDelete
  9. dan aku,aku juga sama pernah ngalamin :( dia minta putus tiba tiba......

    ReplyDelete
  10. izin share + edit dikit ya kak :)

    ReplyDelete
  11. kaaa kalo unsur intrinsiknya apa ajaa? hehe makasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
  12. izin share kakak

    ReplyDelete
  13. isi cerita ini seperti perwakilan perasaanku yg baru 2 minggu.. 15 september 2009 - 15 nopember 2012
    3 tahun yg indah ku lewati bersamanya entah apa yg aku rasakan saat ini masih melekat kuat sosoknya dihatiku susah untuk beranjak....

    ReplyDelete
  14. sama banget. Aku berasa jalan ditempat tanpa bergerak tanpa bisa berlari meraih mimpi yang dulu fasih aku katakan kepada semua orang.. Yang cukup 10 bulan saja, semoga. :)

    ReplyDelete
  15. izin share buat mantanku juga ya kaa:")

    ReplyDelete
  16. izin share kak :) sumpah ceritanya persiiiis :') dan sama2 di bulan september :'')

    ReplyDelete
  17. Mungkin hanya kenangan yang mampu membuat dia tersenyum dalam tangis yang hanya bisa mengingat kenangan dulu

    ReplyDelete
  18. Mungkin hanya kenangan yang mampu membuat dia tersenyum dalam tangis yang hanya bisa mengingat kenangan dulu

    ReplyDelete
  19. saya suka ,kisahnya sama :"" ,mungkin hanya kenangan saja yang saya miliki dengan dia ..

    ReplyDelete
  20. suka tiga baris paling bawah kanan

    ReplyDelete
  21. sangat menyakitkan .
    aku udh 2 tahun lalu ditinggalin .
    tapi tetep aja aku melangkah dalam kisah yang sama, tak pernah berubah .

    ReplyDelete
  22. Kak kenapa tglnya sama yaa 1 sept :"" ngeness mbacanyaa </3 tapii kerenn :"D

    ReplyDelete
  23. Paragraf 3 nya kereen :"" sama-sama tanggal 1 sept ..

    ReplyDelete
  24. Sumpah keren abis karya ka dwita yang satu ini. Sama persis kaya kisah aku. Hanya saja disini tanggal 1 September, sedangkan aku tanggal 5 Mei.
    5 Mei 2011 - 5 Mei 2013
    Happy FAILED Anniversary two years :))

    ReplyDelete
  25. sama persis kisahnya :'( tanggal 1 juga

    ReplyDelete
  26. Pass banget ka ceritanya , izin share yaa :'))

    ReplyDelete
  27. Kak dwita itu tuh yaaaaaa tulisannya subhanallah sekali :D

    ReplyDelete
  28. Suka baget ..
    Kaya saiia sudah hampir setahun terpuruk karnanya :'(

    ReplyDelete
  29. izin share ya kak di tumblr akuu:"" ini aku bangettt:""

    ReplyDelete
  30. ini ceritanya ngena banget, samasama udah 1 tahun cuma tanggalnya, ceritanya sama, perjuangan ngelupainnya sekuat tenaga :')

    ReplyDelete
  31. Inii ceritaa akuu bnget:") berjuang sendiriannya itu lohh:")

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. aku juga ngalamin hal yg kayak gini, persis banget bedanya aku udah 3 tahun tanpanya :') sampai detik ini aku masih berharap :')

    ReplyDelete
  34. Kenapa selalu tepat sama apa yg gue rasain? Akrgggg T_T

    ReplyDelete
  35. setahun ya? aku udah hampir 2tahun dan aku masih stuck disini X') great!

    ReplyDelete
  36. kak beli buku nya ada di semua toko buku kan,,

    ReplyDelete
  37. wih sama banget nih :') cuman bedanya gue bertahun-tahun, selama -+ 6tahun. sampai pada saatnya gue dan dia udah punya pasangan masing2. kita berteman baik, kita saling sayang. tapi entah kenapa kita ngga pernah bisa buat jadi pasangan. walaupun kita cocok :|

    ReplyDelete
  38. Ini sama bgt beda tgl jadiannya doang:(

    ReplyDelete
  39. Kisahnya mirip kaya seseorang yang spesial dalam diri ane, dan ane adalah orang yang berlalu lalang itu, orang yang ingin menjadi pengganti..

    ReplyDelete
  40. aaaaahh :'( netesin air mata pas baca tulisan kag dwita. kok gue jd cengeng gini yak? -_-
    tpi emang sih kisahnya hampir mirip sama yg aku alamin. dan itu sebentar lg tepat di 24 januari failed anniversary 1st :'(
    aku merindukanmu :'(

    ReplyDelete
  41. Terimakasih kak Dwit, karena sudah menginspirasi :)

    ReplyDelete
  42. kenapa harus ada perbedaan ?
    aku pcrn 3thn, kami putus seminggu setelah anniv yg ke 3
    krn aku gk sanggup menjalini cinta seperti ini yg tanpa ujung :(
    diantara kami tidak ada yg mau mengalah, jadi buat apa diterusin hubungan ini?
    hmmmm, tgl 28 bulan ini harusnya kami anniv 4y4m :(
    sakitnya, hanya jangka waktu 10 bulan, mantanku uda punya pcr baru :'( dan ampek skrg aku gak bisa lupain dia, dan belom bisa buka hati buat cowo lain... aku emang cewe bodohh, dia aja gak peduli amaku. 3thm yg dilewati bersama-sama, tapi musnah hanya jangka 10 bulan

    ReplyDelete
  43. kenapa harus ada perbedaan?
    aku pcrn 3thn, tapi menjadi sia-sia krn gak ada yg mau mengalah, dan akhirnya putuss,
    hari ini harusnya anniv 4y4m, tapi semua musnahh,
    semua hanya tgl kenangan, hanya aku yg mengenang, dia gak! dia sudah bahagia ama pcr barunya,
    emang cowo cepet bgt melupakan!!!

    ReplyDelete
  44. ini bgt kak, aku 2th tanpanya :')

    ReplyDelete
  45. aku baru delapan bulan, tar kalo udah satu tahu izin share ya mba ;)

    ReplyDelete