10 October 2012

Salahkah jika Melipat Tangan dan Menengadahkan Tangan Bersatu?

Setiap bertemu dengan saya, dia banyak diam. Dia hanya bercerita tentang karier menarinya yang cukup mengagumkan. Hal yang selama ini ia perjuangkan terlihat mulai membuahkan hasil. Kelurga, waktu, usaha, dan tenaga telah ia korbankan untuk mimpinya; menari di atas panggung.

Ini pertemuan saya yang terjadi secara kebetulan, kami bertemu di Margocity, Depok, Jawa Barat. Dia tidak bersama kekasihnya, saya bertanya-tanya. Adakah sesuatu yang salah? Melihat kejanggalan tersebut, saya banyak diam. Namun, ia mengajak saya sekadar ngopi dan ngobrol, saya tak mampu menolak, kami sudah tidak saling bertukar kabar beberapa minggu ini.

Topik utama masih tentang kuliah saya sebagai mahasiswa baru dan ia bercerita tentang kariernya yang mulai bersinar. Saya ikut bangga punya teman yang memperjuangkan mimpinya dengan sangat berani dan nekat. Namun, air wajahnya berubah ketika ia bercerita tentang kekasihnya, yang memanggil nama Tuhan dengan sebutan berbeda. 

Mungkin, inilah definisi menyakitkan yang sesungguhnya. Saya sendiri tak mampu mendeskripsikan rasa sakit dalam rangkaian kata, karena perasaan itu benar-benar dirasakan oleh hati, sedangkan apa yang dirasakan hati begitu sulit disentuh oleh logika kata dan kalimat. Dan, kata menyakitkan itu berasal dari kesulitan untuk menyatukan dua orang yang beribadah di tempat yang berbeda. Menangkap maksud saya? Absurd, abnormal, sulit dipecahkan, inilah yang muncul dalam benak saya ketika ia kembali bercerita tentang hubungannya yang berbeda, yang penuh perjuangan dan peluh.

Saya paham, ketika dia harus berkali-kali menghela napas ketika bercerita tentang beban yang memberatkan langkahnya selama ini. Saya juga mengerti ketika matanya mulai berkaca-kaca setiap kali nama pria itu disebutkan olehnya. Saya juga memaklumi jika ia harus mengangkat wajahnya berkali-kali, menahan matanya yang berair agar tetap terlihat kuat dan tegar. Kedewasaannya sungguh diuji, ia berusaha terlihat sangat tegar dan sangat kuat di hadapan saya. Mungkin, dia sangat memercayai saya, karena saya pernah mengalami hal serupa, walaupun pada akhirnya saya juga terluka.

Dia terus bercerita, semakin banyak ia bercerita semakin saya memahami isi hatinya. Ada sesuatu yang ia perjuangkan di sini, agak ironis dan klise jika saya katakan, dan sangat munafik jika saya menyembunyikan apa yang saya tangkap. Iya, dia memperjuangkan; cinta.

Kamu tertawa, jelas. Cinta, di mata beberapa orang hanyalah omong kosong yang jauh dari kata nyata. Beberapa orang beranggapan bahwa cinta bukanlah hal yang harus benar-benar diperjuangkan. Makanya, cinta bisa terpisah karena perbedaan. Suku, ras, status sosial, dan lebih menyakitkan lagi jika berpisah karena agama. Hanya karena teman saya melipat tangan dan kekasihnya menengadahkan tangan, berarti mereka dilarang untuk saling jatuh cinta?

Hal ini sungguh menganggu pikiran saya. Mungkin, saya terlalu perasa, hingga saya tak pernah tahan melihat seseorang terluka bukan karena sakit yang ia buat sendiri. Iya, saya begitu yakin, sakit dan air mata yang ia rasakan bukanlah sakit yang ia buat sendiri. Saya percaya dia dan kekasihnya saling jatuh cinta, mereka saling menjaga dan tidak mungkin saling menyakiti. Tapi, keadaan, orang-orang sekitar, juga orang lain yang bahkan tak terlalu mengenal mereka telah menciptakan pandangan yang salah. Pandangan yang memojokan teman saya dan kekasihnya. Mereka memang berbeda, salib dan tasbih, tapi bisakah dunia berhenti menyakiti mereka? 

Ketika pembicaraan berakhir, saya tidak memberi solusi apa-apa. Apa yang bisa saya berikan? Saya hanya mampu menyediakan telinga, juga hanya mampu menepuk pundaknya berkali-kali, berkata "sabar" tanpa henti. Saya sendiri benci dengan tindakan saya selama ini, saya banyak diam dan membiarkan teman saya dalam kesedihannya sendiri. 

Tuhan, agama, dan norma, begitu klise dalam kacamata saya. Segalanya begitu kompleks, sampai-sampai saya tak paham lagi, apakah Tuhan yang begitu suci dan agung pantas diterka-terka isi hatiNya oleh manusia?

49 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Dari banyak usaha manusia memang banyak pula yang tidak membuahkan hasil..
    (╥╯﹏╰╥)

    ReplyDelete
  3. kalau saya sih masih berlanjut dengan orang itu, tapi saya tak mau berkomentar ketika dia masih memanggil saya 'sayang' karna memang status kami bukan berpacaran lagi

    rasanya mustahil untuk menyatukan ini -____-

    lain kali, mampirlah ke blog saya dan beri komentar ya
    www.cerpennyadeli.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. perbedaan itu yang membuat segalanya jadi indah.
    Tapi, beda agama?

    ReplyDelete
  5. tuhan punya rencana'a indah di balik semua tetes airmata(‾ʃƪ‾)

    ReplyDelete
  6. Saya mengalami hal itu dari th 2001 kami memulai hub dg perbedaan itu,dan menyatukannya pda th 2003 smpai dg skg, banyak hal yg rumit yg kami lalui, kami mencoba saling memahami dan hanya beranggapan semua dri agama mempunyai tjuan yg baik bukan utk saling menyakiti apalgi membunuh, kita smua mkhluk tuhan hanya cara kita mngenal dan memahami ajaran yg berbeda, wlapun disekitar kita memandang itu salah tapi yg mersakan sedih dan bahagianya kita sendiri,bukan utk org lain

    ReplyDelete
  7. selama gua hidup , inilah blogger terbaik setelah radityadika ^_^
    okelah walau gua cowo . gua kagum banget sama semua isi di blog ini.. keren kreativ banget !!!!

    gua dapet inspirasi dari blog ini ^_^ wao kerenlah pokoknya ..
    keren sumpah keren banget..

    gak sengaja gua ke blog ini , karena ada yang ngelink di twitter.
    salam kenal tuk pemilik blog ini.
    sumpah lu kreativ gila !!

    ReplyDelete
  8. perbedaan itu indah
    jika kita mau berdoa
    Tuhan pasti beri jalan untuk kita

    ya... cintaku sekarang antara tasbih dan salib
    terlihat cintaku seperti dipermainkan dengan drama
    apakah aku salah?
    apakah Tuhan marah padaku karena mencintainya?
    aku yakin, Tuhan tidak melarang mencintai sesama ciptaanya
    bukankah Tuhan itu sama, Tuhan itu satu hanya saja kita berbeda (ajaran agama) bukankah tetap dengan tujuan yang sama??

    dipertemukan,disatukan dan saling mencintaipun itu sudah takdir Tuhan
    aku percaya Tuhan merencanakan sesuatu yang indah tuk kami?apa pun itu..

    aku percaya sebuah Keajaiban Tuhan..
    beri aku kekuatan Tuhan
    beri aku keyakinan Tuhan
    beri aku jawaban.. amin

    follow my twitter @veyzetha

    ReplyDelete
  9. sudah berbeda, orangtua tambah tidak setuju:"(

    ReplyDelete
  10. cintaku pada dia semakin besar tp imanku padaNya harus semakin mekar :"""

    ReplyDelete
  11. Terkadang kita berpikir Tuhan tidak adil, kenapa kita dipertemukan dengan orang yang kita cintai,sudah cocok, dan yakin bahwa saling merasa bahwa ini cinta sejatiku dan separuh hidupku... namun kenapa harus dipertemukan dengan tembok tebal dan tinggi yang bernama "perbedaan itu" ?

    Semakin melangkah bersama dengan yakin,dunia memandang dengan tatapan sinis dan kata yang menusuk relung hati paling dalam. Tuhan yang memberi kita cinta, namun dunia yang memisahkan. Kenapa dipertemukan meski beda ? T_T

    ReplyDelete
  12. ceritanya bagus! aku juga pernah ngalamin cinta beda agama, tapi skrg semuanya telah berakhir! semua orang disekitar aku memandang cinta beda agama itu sesuatu yg buruk! aku sangat mencintai dia, tapi aku juga sadar hitam dan putih tidak akan bisa bersatu! :")

    ReplyDelete
  13. keren banget blognya kak dwita :'))menginspirasi banget

    ReplyDelete
  14. Dan aku sampai saat ini masih mengalami apa yang tertulis di atas.. perbedaan yg membentang begitu hebat,,tapi aku gak pernah rasain cinta, kasih sayang dan pengorbanan seindah dan sekuat ini.. Ada dalam pemikiranku, aku dan dia di pertemukan oleh Tuhan kami yg kami panggil dengan nama yg berbeda, tapi di balik semua itu Tuhan kami ini pasti ada maksud tertentu dan inilah yg di namakan takdir,, Aku dari awal sampai detik ini tidak pernah sesali pertemuan atau ceritaku ini, justru aku bangga dan ingin tunjukan ke semua orang bahwa bukan dosa kok kita mencintai seseorang yg dia berbeda nama Tuhan dengan kita, karena Tuhan itu hanya "satu" hanya cara dan kita memanggilNya yang berbeda..

    ReplyDelete
  15. Ini sesuai kisah aku banget sekarang :'(

    ReplyDelete
  16. kepercayaan untuknya dan
    kepercayaan untuk-Nya

    ReplyDelete
  17. buadt penuLisnya.. you're the best .
    ceritanya bagus, gue banget :'
    ngena .

    don't forget, mampir ke bLog gue yah :))

    ReplyDelete
  18. Tuhan memang satu, cuma cara memanggil, tempat beribadah dan cara-Nya yang berbedaa

    ReplyDelete
  19. antara tasbih dan salib...
    antara bulan bintang dan salib..
    cinta beda agama g akan ada masa depannya kl g sama2 berjuang..
    tp kl sama2 berjuang dan sama2 tulus masa depan ada di mata kita.. hanya perlu perjuangan lebih utk mencapai kesana..

    ReplyDelete
  20. pernah ngerasaain itu kq, malah dibilangin jatuh cinta gak salah tapi perbedaan nya terlalu jauh apa lagi beda agama,
    saya sholat dimesjid dia sembahyang dipiara, rasa nya itu seperti tenggelam dalam kegelapan, tuhan satu qta yang berbeda

    ReplyDelete
  21. Tuhan knp harus ada perbedaan ? :( padahal engkau cuma satu :(

    ReplyDelete
  22. "Tuhan memang satu, kita yang tak sama" mungkin kutipan lagu dari Marcell Siahaan itu pas banget

    kadang gue juga bingung kenapa harus ada perbedaan?
    terus disini siapa yang salah?

    kalo Tuhan nya satu kenapa masih jadi permasalahan? apa terlalu kompleks sama adat, budaya, norma, atau apalah itu yang bikin cinta nya terus terhalang?

    ReplyDelete
  23. baru sebulan yg lalu aku juga pernah mengalami hal seperti ini, perbedaan yang mengharuskan sang pria mengambil tindakan tegas untuk meninggalkanku,
    walau masih antara percaya atau tidak aku sudah berakhir dengannya :(
    semoga keputusan yang dia buat adalah yg terbaik untuknya dan untukku .
    buat ku TUHANKU punya rencana lain dengan mempertemukanku dengannya
    dan dia juga pernah bilang ke aku bahwa TUHANNYA punya rencana baik karena mempertemukan kami :"

    ReplyDelete
  24. Kisah yg inspiratif kak, di jaman yg banyak orang bilang kesetaraan dimana-mana, ternyata persoalan perbedaan agama cukup banyak menyayat hati. Terus tuang kisah-kisah yg lainnya ya kak :) mampir blog aku jg boleh kak :)

    ReplyDelete
  25. cinta bukan cuma antara lelaki dan perempuan, tapi juga cinta antara orangtua, keluarga, teman, sahabat, dan terutama cinta kepada tuhan. Menurut agama yang aq anut klo qta sudah mencintai tuhan( ALLAH SWT ).Dia akan memberikan segalanya.....aq juga sedang belajar untuk slalu mencintai-Nya....

    ReplyDelete
  26. Pasti bisa!!
    Ayo temen2 pemuda Indonesia, kita ubah Indonesia.. :D

    ReplyDelete
  27. aku mengalami hal yang sama kami saling menghargai dimana dia harus ke gereja dan aku harus mengikuti acara keagamaanku, tp aku yakin suatu saat nanti pasti ada hati yg terluka entah aku atau dia

    ReplyDelete
  28. Baiklah, blog mbak dwita sangat inspiratif dan membuatku jadi mikir mikir mikir mikir.
    Aku sedang mengalami CTB juga, namun bukan dengan muslim, tapi yah tetap saja berbeda.
    Awalnya memang berat karena sempat 'ketahuan' dan sempat terbersit untuk mengakhirinya,namun kami bersiteguh terus berjalan kedepan dengan label backstreet!
    Yah, sekarang kami tak pernah memikirkan mengenai hal sensitif itu. yang kami tahu, kami saling menyayangi dan tetap saling mendoakan untuk yang terbaik buat kami :')

    ReplyDelete
  29. bagus artikelnya. kata-katanya inspiratif. boleh ya title nya buat aku jadiin judul di bbm. hehehe

    Pintu dan Jendela

    ReplyDelete
  30. saya merasa kamu menceritakan saya dan cinta saya, its real me

    ReplyDelete
  31. aku juga pernah ngalamin cinta beda agama ..... aku sangat mencintai dia.. dan diapun sama sangat mencintai saya ... tapi pada akhirnya aku dan dia putus karna td di restui oleh kedua orgtuaku :(

    ReplyDelete
  32. Bukan nya mengarang ataupun pamer
    Tapi kalian bisa ambil contoh dri orang tua saya, Ibu saya memegang tasbih dan ayah saya memegang salib, tapi mereka bisa bersatu dan bertahan hingga saat ini :')

    ReplyDelete
  33. tuhan pasti punya kejutan untuk kita semua...believe it.. ^_^

    ReplyDelete
  34. sekarang malahan saya yang lagi ngalamin cinta beda agama:')sedihh karna perbedaan keyakinan yang memisahkan kami:,)

    ReplyDelete
  35. Blog kamu nyeritain gue saat ini DWITA gue LIke bngt ama blog ini sangat inspiratif

    ReplyDelete
  36. Mencintainya sungguh indah, lebih indah jika ternyata kami adalah sama. Namun kenyataan berkata lain, kami berbeda. Dia menengadah tangannya untuk berdoa, aku aku melipat tanganku untuk meminta. Kalau saja kami adalah sama, mungkin cita-cita kami dengan mudahnya terwujud. Namun, haruskah kami berjalan bersama dan tetap mengandalkan toleransi yang kami jalani sampai saat ini?

    ReplyDelete
  37. Aku mengalaminya sejak juli 2010 lalu sampai sekarang, banyak bgt rintangan dan cobaannya. Apalagi masalah orang tua & keluargaku yg benar2 menentang cinta dgn 'perbedaan sebutan nama Tuhan' itu. Jadi buat aku pribadi terkadang bingung, apa aku harus lanjut utk memperjuangkannya atau berhenti saja. Kami saling menyayangi. Pernah aku menghindar krn ragu ini sangat besar, tp semua terasa sakit dan kami kembali lagi. Rasanya sejauh apapun kami berpisah, tetap akan kembali lagi. Dan sampai sekarang akupun belum menemukan jawabannya. :')

    ReplyDelete
  38. Cinta dlm kata BERBEDA itu sangat sulit,,org tua melarang keras untuk hub qu, ,n hati pun klo boleh dibilang ya tdk singkron dgn kenyataan...
    Tapi smw harus dgn perjuangan extra..karna dlm agama ISLAM dilrg untuk menikah dgn agama yg berbeda..
    Papa mama saya pernah mengalaminya tpi akhirannya papa qu pergi ke surga untuk bertemu Tuhan YESUS..
    Dan skrg aqu pun mengalaminya?

    Sungguh perjuangan luar biasa..dan tdk tau akan berakhir seperti apa?

    ReplyDelete
  39. 'Tuhan memang satu, kita yg berbeda' :'(
    itu yg selalu dikatakan oleh teman-teman saya jika saya sedang jalan dgn kekasih sayang :'(
    kita berbeda :'(
    saya bersalib, dia bertasbih :'(

    ReplyDelete
  40. aku cinta dia, segalanya terasa indah bersamanya, tapi bagaimana dengan orangtuaku? se tega apakah aku melihat kekecewaan mereka? tapi apakah melihat mereka bahagia dapat sebanding dengan kebahagiaan yang ku dapat bersama orang lain, bukan 'dia' :'(

    ReplyDelete
  41. Aku Juga Berharap Suatu Hari aku dipertahankan oleh cinta'ku...
    Dan aku juga ingin mempertahankan_nya tp percuma jika kita tidak dipertahankan :'(

    ReplyDelete
  42. inilah yang saya rasakan sekarang :') rasa cinta yang teramat cinta kepada seseorang yang memiliki keyakinan berbeda :')
    tetapi saya serahkan semua kepada Tuhan , sekali lagi jika memang semua akan dipersatukan pasti tidak ada cara untuk memisahkan walaupun seberapapun banyak dan berat cara untuk memisahkan tetapi jika Tuhan berkehendak pasti akan bersama :')

    ReplyDelete
  43. Jalani, ikuti kata hati, resapi dengan pikir panjang, yakinkan selalu pada Tuhan, niscaya Tuhan tidak akan pernah diam, Dia akan selalu menunjukkan jalan-Nya untuknya. Ingat, Tuhan selalu punya rahasia untuk apa yang akan terjadi.

    ReplyDelete
  44. ya berat memang :") ku fikir cinta dalam perbedaan dengan banyak perdebatan bersama orang sekitar hanya ada dalam cerita novel. tapi nyatanya ? aku mengalaminya :" seburuk itukah kita dalam perbedaan ?

    ReplyDelete
  45. thanks buat cuplikan cerpen nya ! inspiratif :) ..

    ReplyDelete